Rabu, 20 Mei 2026

Resesi di Depan Mata, Uni Eropa Diminta Bersiap Hadapi Petaka Musim Dingin

Inflasi Zona Euro diperkirakan akan mencapai 8,5 persen untuk 2022, naik satu poin lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya

Tayang:
Flick
Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) memperingatkan agar negara-negara di Zona Euro agar bersiap menghadapi petaka sebagai imbas dari adanya resesi yang akan terjadi selama musim dingin ini. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BRUSSEL – Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) memperingatkan agar negara-negara di Zona Euro agar bersiap menghadapi petaka sebagai imbas dari adanya resesi yang akan terjadi selama musim dingin ini.

Proyeksi tersebut dilontarkan UE setelah kawasan Eropa mengalami ketidakpastian ekonomi akibat melonjaknya laju inflasi ke level tertinggi ditengah krisis energi yang makin memburuk, kondisi ini yang kemudian menekan daya beli rumah tangga Eropa dan membuat sektor bisnis di kawasan ini hancur.

"Kontraksi aktivitas ekonomi akan berlanjut pada kuartal pertama 2023. Pertumbuhan diperkirakan akan kembali ke Eropa pada musim semi," kata Komisi Eropa.

Gejolak ekonomi yang melanda Eropa mulai terjadi setelah Rusia melakukan invasi pada Ukraina sejak awal tahun, memanasnya perang kedua negara ini lantas membuat sektor perdagangan di kawasan Eropa terganggu.

Alasan tersebut yang kemudian menjadi salah satu penyebab melonjaknya angka inflasi.

Bahkan Badan eksekutif UE mengatakan peningkatan ketidakpastian akibat inflasi akan mendorong zona euro dan sebagian besar negara anggota blok masuk ke dalam resesi pada kuartal IV tahun ini.

Baca juga: Inflasi Uni Eropa Meledak, ECB Kembali Kerek Suku Bunga 75 Bps

"Permintaan melemah, aktivitas ekonomi akan melemah, dengan pertumbuhan PDB mencapai 0,3 persen pada 2023. Ini mendorong Inflasi lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi kami percaya bahwa puncaknya sudah dekat. Kemungkinan besar pada akhir tahun ini," kata komisaris ekonomi UE Paolo Gentiloni.

Inflasi Zona Euro diperkirakan akan mencapai 8,5 persen untuk 2022, naik satu poin lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya, sementara untuk 2023 inflasi diprediksi berada di level 6,1 persen.

Baca juga: Krisis Biaya Hidup, Mayoritas Penduduk Uni Eropa Kurangi Pengeluaran Kebutuhan Pokok

Sedangkan untuk pertumbuhan output, ke 27 anggota UE diproyeksikan melambat menjadi 0,3 persen pada tahun 2023, terpaut jauh di bawah perkiraan sebelumnya yang saat itu dipatok sebesar 1,5 persen, seperti yang dikutip dari The Barrons.

Menurut pandangan komisi Eropa, hingga sejauh ini Jerman akan menjadi negara ekonomi maju pertama yang berpotensi jatuh ke dalam resesi.

Penurunan tajam dalam output Jerman berpotensi menyeret Uni Eropa masuk ke dalam resesi selama musim dingin, ini karena Jerman menjadi salah satu negara di Eropa yang mengalami penurunan produk domestik bruto terbesar hingga tembus 0,6 persen, sebagai imbas dari melonjakan biaya energi pasar global.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved