KTT G20 Bali

Bahlil Pastikan Hilirisasi Investasi B20 Bakal Menyasar Pengusaha Daerah hingga UMKM

Negara-negara maju menyambut baik kesepakatan hilirisasi investasi yang diusung Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20.

Nitis Hawaroh
Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam acara Media Gathering di Canna Cafe, Bali, Minggu (13/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memastikan investasi yang disepakati Indonesia dengan negara lain, pada perhelatan Konferensi Business 20 atau B20, bakal menyasar pada pengusaha daerah dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu dia sampaikan dalam acara Media Gathering di Canna Cafe, Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11/2022).

"Kita juga memperjuangkan terkait dengan bagaimana investasi asing masuk itu harus betul-betul investasi yang berkualitas. Termasuk didalamnya melibatkan masyarakat setempat dan pengusaha-pengusaha daerah, kemudian UMKM," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, investasi akan bernilai tambah jika keduanya saling menguntungkan, khususnya melibatkan masyarakat.

Baca juga: Hilirisasi Investasi Disambut Baik pada Gelaran B20, Bahlil: Negara Berkembang Telah Diberikan Ruang

"Kami katakan apa artinya sebuah investasi masuk kalau cuma mementingkan keuntungan para investor. Kami pengen investor harus memberikan juga keuntungan bagi masyarakat daerah, pengusaha daerah, UMKM dan negara," ujarnya.

Bahlil menegaskan, persetujuan yang sulit didapatkan ini membuahkan hasil yang baik, di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Hal itu selaras dengan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibuslaw yang mengatur penyederhanaan perizinan berusaha, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan dan perlindungan UMKM.

"Perdebatan panjang untuk poin ini sekali lagi kita di setujui, awalnya engga di setujui jadi dulu itu sempat punya pedoman ini. Di bawah pemerintahan Jokowi bisa kita goal kan barang (hilirisasi investasi) ini," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia menyampaikan, pada hari pertama perhelatan Konferensi Business 20 atau B20, negara-negara maju menyambut baik kesepakatan hilirisasi investasi yang diusung Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20.

Kata Bahlil, hal itu merupakan kabar baik bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya. Adapun Konferensi Business 20 atau B20 Summit 2022 ini resmi digelar di Bali pada 13-14 November 2022.

"Sekarang, kita sudah mencapai kesepahaman, bahwa negara-negara berkembang juga diberikan ruang untuk melakukan hilirisasi yang berorientasi nilai tambah. Ini kabar gembira buat kita semua," kata Bahlil.

Dikatakan Bahlil, konsep hilirisasi investasi sebelumnya pernah mendapat penolakan oleh negara-negara maju. Dia berujar, Indonesia turut meminta dukungan melalui negara berkembang lain untuk menghadapi kesepakatan alot itu.

"Ternyata negara-negara yang tergabung dalam g20 khusunya negara maju itu, diawal belum mengakui tentang konsep hilirisasi tentang nilai tambah. Itu mereka engga mau," ujarnya.

"Kita berjuang betul, kita minta dukungan dari negara berkembang yang tergabung G20 termasuk Argentina, Brazil, Afrika, India," sambungnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved