Bandara Kertajati Akan Dioperasikan Khusus untuk Penerbangan Umrah dan Haji

Bandara Kertajati akan dijadikan bandara khusus untuk penerbangan umrah dan haji untuk mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta.

Tribunnews/Endrapta Pramudhiaz
Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin  

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bandara Kertajati di Jawa Barat ke depan akan dijadikan bandara khusus untuk penerbangan umrah dan haji.

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin, pasca pandemi, bandara harus mulai membuat segmentasi layanan termasuk Bandara Kertajati. Alasannya, beban Bandara Soekarno Hatta sudah terlampau tinggi.

Tahun ini, traffic penumpang di penerbangan umrah mencapai 600 ribu. Bandara Soekarno Hatta menanggung beban sebanyak 80 persen atau sekitar 450 ribu.

Sebanyak 20 persen sisanya dikelola oleh Bandara Kualanamu atau sekitar 150 ribu.

"Kalau 80 persennya kita share sebagian ke Kertajati, beban Sokarno Hatta akan lebih ringan. Itu skenario yang sedang kita rencanakan secara serius," katanya di Jakarta beberapa hari lalu.

Bandara Soekarno Hatta kini menangani keberangkatan jamaah dari empat provinsi yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Lampung.

Apabila Bandara Kertajati dioperasikan khusus haji dan umrah, nantinya jamaah dari Jawa Barat bisa berangkat dari situ.

Sebab, Bandara Husein Sastranegara di Bandung tidak melayani penerbangan umrah dan  tidak bisa melayani pesawat  berbadan lebar.

Baca juga: Penggunaan Bandara Kertajati Tidak Maksimal, Anggota DPR Minta PUPR Lakukan Revitalisasi

Kalaupun bisa memberangkatkan penumpang umrah, perlu trasit terlebih dulu di Srilanka, Bangladesh atau India karena menggunakan pesawat lebih kecil.

"Kalau berangkat dari Kertajati bisa lebih efisien karena pakai pesawat berbadan lebar. Kemarin, Garuda Indonesia berangkatkan 400 jamaah. Lion Air inshallah berangkatkan 390. Karena landasan pacunya 3000 meter," ujar Muhammad.

Ia menyebut pihaknya sedang dalam proses penataan bersama regulator agar semua skenario ini bisa terjadi pada haji tahun depan.

Baca juga: Garuda Indonesia Resmi Melayani Penerbangan Umrah dari Bandara Internasional Kertajati 

"Informasinya, calon haji dari Jawa Barat itu sekitar 36 ribu ampai 38 ribu jamaah. Kebayang kan kalau kuota itu kami beri ke Kertajati. Bisa meringankan beban Soekarno Hatta," katanya.

Apabila beban penumpang haji dan umrah Soekarno Hatta dibiarkan, dapat terjadi berbagai risiko penerbangan seperti keterlambatan dan ketidaknyamanan karena padatnya bandara.

"Sehingga dengan pola ini, kami akan aktifkan positioning tadi. Mengenai segmentasi airport. Bandara Kertajati sangat layak," ujarnya Muhammad.

Sebelumnya, sebanyak 378 jemaah umrah diberangkatkan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka, Sabtu (26/11/2022).

Dikutip dari TribunJabar, rencananya para jemaah menggunakan maskapai Lion Air Airbus A330-300 CEO secara langsung menuju Madinah, Arah Saudi.

Penerbangan tersebut merupakan kedua kalinya di tahun ini yang sebelumnya telah dilakukan juga oleh maskapai Garuda Indonesia pada pekan lalu.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved