Pelaku Usaha Mikro Mayoritas Berbisnis Karena Keterpaksaan

ndeks Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia menurut hasil riset OJK masih rendah, baru mencapai 49,68 persen.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengunjung berbelanja sayur dan buah segar di Muharram UKM Jabar Juara Pentaz (Mumtaz) Festival 2022 di Lapangan Saparua, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/8/2022). TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Yulius memaparkan profil para pelaku UMKM di Indonesia mayoritas berasal dari masyarakat kelas bawah.

Menurutnya, hampir 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah pengusaha mikro. 

“Karakteristik pertama adalah mereka berbisnis bukan untuk berbisnis, mereka itu berbisnis karena keterpaksaan keadaan. Jadi misalnya, mereka tidak punya uang, mereka terpaksa berjualan. Drop out sekolah, mereka terpaksa berjualan,” kata Yulius dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

“Jadi mereka berpikirnya secara sederhana. Mereka tidak berpikir bagaimana untuk meningkatkan teknologi, bagaimana mengurus akses pasar, bagaimana harus mendapatkan pendanaan, mereka tidak berpikir itu. Yang penting adalah, mereka bisa hidup, besok bisa makan,” tambahnya.

Yulius memaparkan akses pelaku UMKM kepada layanan perbankan masih sekitar 20 persen.  Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia sudah mencapai 50 persen dan Korea Selatan mencapai 82 persen.

“Kami berupaya mendorong pelaku UMKM mengakses layanan perbankan. Memang masih ada perbankan yang mempersyaratkan adanya kolateral, namun beberapa lembaga keuangan kini mengembangkan kolateral dalam bentuk riwayat cashflow yang tercatat rapi saat menggunakan QRIS” kata Yulius.

Baca juga: Maksimalkan Digitalisasi, Ini UMKM yang Sukses Jadi Pemenang di iFortepreneur 4.0 2022

Mengutup Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLKI), Assistant Vice President Bank Mandiri Rolland Setiawan mengungkapkan, Indeks Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen.

Menurutnya, banyak yang merasa belum perlu untuk menggunakan layanan perbankan karena transaksi masih berupa cash atau bahkan sudah takut duluan dengan produk bank karena memiliki pemikiran bahwa produk bank itu mahal, ribet, dan merepotkan. 

Baca juga: UMKM Diajak Rintis Pasar Ekspor, Kemendag Siap Fasilitasi

Dia mengatakan, Bank Mandiri sangat mendukung upaya peningkatan literasi keuangan dan pengembangan sektor UMKM dan punya empat produk spesial untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM. Pertama, Mandiri Tabungan Mitra Usaha yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved