Hingga Oktober 2022, Surveyor Indonesia Kantongi Pendapatan Rp 1,35 Triliun

Surveyor Indonesia (Persero) mencatat pendapatan hingga Oktober 2022 sebesar Rp1,35 triliun, naik 8,9 persen

Editor: Sanusi
HO
PT Surveyor Indonesia (Persero) mencatat pendapatan hingga Oktober 2022 sebesar Rp1,35 triliun, naik 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Surveyor Indonesia (Persero) mencatat pendapatan hingga Oktober 2022 sebesar Rp1,35 triliun, naik 8,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M Haris Witjaksono mengatakan, kenaikan pendapatan tersebut sebagai dampak dari implementasi transformasi perseroan.

Ia menyebut, hal ini diperlukan agar Surveyor Indonesia sebagai perusahaan yang adaptif.

Baca juga: 2 Tersangka Kasus Ekspor Daging Sapi dan Rajungan Jadikan PT Surveyor Indonesia Jaminan Skema Kredit

"Kami telah melakukan diversifikasi produk jasa berbasis survei, verifikasi, monitoring, dan konsultasi serta mengoptimalkan kekuatan sebagai independent assurance dengan fokus pada penguatan empat sektor yaitu institusi kelembagaan, infrastruktur, mineral dan batu bara, migas dan sistem pembangkit," kata Haris dalam keterangannya, Jumat (9/12/2022).

Baca juga: Surveyor Indonesia Dorong Pembangunan Berkelanjutan Jadi Gerakan Bersama

Sedangkan, EBITDA sampai hingga Oktober 2022 tercatat mengalami pertumbuhan 18 persen. Margin EBITDA sebesar 18,1 persen, meningkat 1,4 persen dari margin EBITDA tahun lalu.

"Ini menggambarkan adanya pertumbuhan usaha dengan proses bisnis yang menekankan pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas," katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Surveyor Indonesia menyadari bahwa transformasi adalah suatu hal yang berkelanjutan, terlebih dalam menghadapi era TUNA (turbulency, uncertainty, novelty, ambiguity) dan disrupsi.

Kondisi itu, membuat perubahan secara masif yang menuntut organisasi dan sumber daya yang dimiliki untuk agile, serta melakukan inovasi untuk mengubah sistem dan tatanan bisnis ke taraf yang lebih baru.

Baca juga: Kasus Korupsi Ekspor Daging Sapi dan Rajungan, Kejaksaan Agung Cegah Eks Direktur Utama PT Surveyor

"Menyikapi tantangan tersebut, Surveyor Indonesia telah melalui serangkaian transformasi dan berkomitmen untuk mengimplementasikan lima agenda besar sebagai quick wins transformasi tahun 2022 meliputi, business & Portfolio Management, Organization & Business Process, HC & Capabilities, Asset Optimization serta Culture & Communication Strategy," tuturnya.

Terkait pemberitaan dugaan korupsi Skema Kredit Ekspor Berbasis Perdagangan (SKEBP) Sapi dan Rajungan PT Surveyor Indonesia, Manajemen menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum dan mendukung untuk memberikan data, dan informasi dalam bentuk apapun guna penyelesaian kasus tersebut.

Sebagaimana arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bahwa pelaporan kasus korupsi di perusahaan merupakan bukti berjalannya implementasi Good Corporate Governance (GCG) di perusahaan.

Dalam menjalankan pekerjaan sebagai independent assurance, kata Haris, Surveyor Indonesia berkomitmen dalam menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan etika berusaha yang sehat berlandaskan pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan sejalan dengan core values perusahaan yaitu AKHLAK sebagai spirit dan pondasi yang kuat dalam dalam menjalankan aktivitas bisnis dan operasional di lingkungan kerja.

"Manajemen telah memperkuat sistem pengendalian internal dalam rangka mencegah segala bentuk pelanggaran peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sehingga Surveyor Indonesia dapat mewujudkan kinerja yang lebih baik, berdaya saing global, dan memberikan layanan terbaik dan nilai tambah kepada pelanggan," ujar Haris.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved