Konflik Rusia Vs Ukraina

SOCAR Azerbaijan Hentikan Pasokan Minyak Mentah Rusia ke Kilang Turki

Turki belum bergabung dengan perjanjian batas harga, dan perusahaan Rusia dapat menjual minyak ke negara tersebut tanpa memperhatikan batasan ini.

Editor: Muhammad Zulfikar
EPA-EFE/OLE BERG-RUSTEN/Balkan Insight
Kapal tanker minyak Rusia berlayar mendekati Pelabuhan Oslo, Norwegia. Perusahaan minyak Azerbaijan, SOCAR, pada Kamis (8/12/2022) telah menghentikan pembelian minyak mentah Rusia untuk kilang Turki. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mikael Dafit Adi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA – Perusahaan minyak Azerbaijan, SOCAR, pada Kamis (8/12/2022) telah menghentikan pembelian minyak mentah Rusia untuk kilang Turki.

Seperti diketahui, embargo Uni Eropa atas impor minyak mentah lintas laut Rusia mulai berlaku 5 Desember bersamaan dengan larangan penggunaan layanan pengiriman Uni Eropa untuk pengangkutan minyak Rusia yang dibeli di atas batas harga Kelompok Tujuh (G7) sebesar 60 dolar AS per barel.

Kilang Turki, termasuk pabrik STAR yang memiliki kapasitas 214.000 barel per hari (bpd), telah meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia setelah invasi Rusia ke Ukraina pada akhir Februari, perdagangan yang lebih menguntungkan bagi produsen Rusia daripada Asia karena kedekatan negara.

Baca juga: Pembatasan Harga Minyak Rusia Picu Antrean Kapal Tanker di Lepas Pantai Turki

Dikutip dari Reuters, Turki belum bergabung dengan perjanjian batas harga, dan perusahaan Rusia dapat menjual minyak ke negara tersebut tanpa memperhatikan batasan ini.

Menurut data Refinitiv Eikon, aliran minyak Ural Rusia ke Turki mulai turun bulan lalu ke level terendah sejak Februari dan sebuah sumber mengatakan SOCAR sedang meninjau situasi agar tetap mematuhi sanksi Barat.

Adapun, perdagangan SOCAR yang berbasis di Jenewa diketahui telah mengelola pasokan minyak mentah untuk STAR.

Baca juga: Abaikan Keputusan Negara Barat, China Beli Minyak Rusia di Atas Batas Ketentuan G7 

Kilang STAR hanya mengambil 73.000 bpd pada November, turun dari 170.000 bpd dalam tiga bulan sebelumnya, sedangkan parsel terakhir untuk kilang STAR telah berangkat pada 20 November.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved