Minggu, 24 Mei 2026

Senin Pagi Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Posisi Rp15.645 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sedikit melemah ke level Rp15.645 pada Senin pagi pukul 09.25 WIB (12/12/2022).

Tayang:
Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Masagung Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar As melemah tipis di level Rp15.645 pada Senin pagi pukul 09.25 WIB (12/12/2022). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp15.645 pada Senin pagi pukul 09.25 WIB (12/12/2022).

Sebelumnya pada Jumat sore (10/12/2022), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp15.583. Dengan demikian rupiah mengalami pelemahan 62 poin.

Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi sebelumnya mengatakan, fluktuasi rupiah masih akan terjadi dan berpotensi menguat pada penutupan sore nanti.

"Untuk perdagangan Senin (12/12), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.550 hingga Rp15.630," ucap Ibrahim dalam analisanya di akhir pekan kemarin, (11/12/2022).

Ibrahim mengungkapkan, fluktuasi rupiah utamanya terdampak sentimen pergerakan indeks dolar AS.

Pada Jumat kemarin (9/12), penguatan rupiah utamanya terbantu faktor eksternal maupun internal. Untuk faktor eksternal, nilai tukar rupiah salah satunya terdorong sentimen indeks dolar AS yang sedikit turun.

"Ini memperpanjang penurunan dari Kamis karena investor memposisikan diri untuk pembacaan inflasi AS yang akan datang, dan juga tengah meningkatnya optimisme China atas pembukaan kembali ekonomi di negara tersebut," ucap Ibrahim.

Baca juga: Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS pada Akhir Pekan, Kini di Level Rp 15.583

Sementara untuk faktor internal, fluktuasi mata uang Garuda terdorong sentimen pasar merespon positif Pemerintah mengkonfirmasi bahwa defisit APBN akan berada di bawah 3 persen tahun ini.

Penyebabnya adalah penerimaan yang sangat moncer dan kinerja ekonomi membaik, sehingga pemerintah telah menurunkan proyeksi defisit APBN dari awalnya 4,5 persen menjadi 3,92 persen.

Baca juga: Rupiah Perlahan Menguat Terhadap Dolar AS, Kamis Sore di Level Rp15.620

"Kinerja pertumbuhan ekonomi yang moncer sepanjang tahun berjalan menjadi salah satu alasan kuat, pertumubuhan ekonomi akan di bawah 3 persen. Selain itu, kinerja penerimaan negara pun memiliki prospek yang baik, terutama pajak," pungkas Ibrahim.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved