Perkembangan Teknologi Digital Dongkrak Penjualan Sektor UMKM
Pemanfaatan fitur live streaming sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli dinilai bisa meningkatkan kepercayaan.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) semakin mudah dalam meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
TikTok menjadi satu di antara media sosial yang tengah populer saat ini dan efektif membantu sektor UMKM.
Platform asal Tiongkok mendongkrak penjualan pelaku UMKM melalui fitur TikTok Shop.
Baca juga: Batik Toeli Laweyan Solo, UMKM dengan Pekerja Tunarungu Bisa Tembus Pasar Amerika Serikat
Bahkan kini masyarakat mulai beralih ke TikTok Shop berkat kemudahan penggunaan fitur baik sebagai penjual maupun pembeli.
Apalagi, pemanfaatan fitur live streaming sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli dinilai bisa meningkatkan kepercayaan sekaligus keefektifan dalam transaksi.
Live streaming TikTok Shop ibarat memindahkan transaksi jual-beli offline ke online.
Menampilkan segala detail berikut terjalinnya komunikasi dua arah dengan baik menjadi keunggulan fitur ini.
Salah satu agensi digital yang fokus mendorong UMKM mengoptimalkan live streaming TikTok Shop adalah Youwez Agency.
Chief Executive Officer Youwez Agency Garciano Arnold Claudio Asa menjelaskan pihaknya komitmen mengakselerasi pertumbuhan para pelaku usaha khususnya para pelaku UMKM.
“Youwez menciptakan strategi hingga membantu mengeksekusi untuk dapat menumbuhkan bisnis maupun brand secara cepat dan tepat,” kata Garciano dalam keterangannya, Senin (22/5/2023).
“Pemanfaatan perkembangan teknologi digital menjadi kunci mempermudah para pelaku usaha untuk menyentuh kostumer secara langsung dengan cost yang lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.
Youwez Agency tercatat sudah memiliki 12 klien UMKM yang sudah berhasil memaksimalkan fitur live streaming TikTok Shop antara lain Rich Dept, Dope & Adapat, Esmira, Vablo, Hawa Corner, dan Velmo.
Dalam catatannya angka penjualan meningkat kurang lebih 30 persen sampai 60 persen persen setiap brand UMKM.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-umkm-33.jpg)