INDEF: Indonesia Hadapi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2023
INDEF memperkirakan Indonesia akan mengalami tantangan pertumbuhan ekonomi yang lebih berat di kuartal III 2023 ini.
Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memperkirakan Indonesia akan mengalami tantangan pertumbuhan ekonomi yang lebih berat di kuartal III 2023 ini.
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen pada kuartal II 2023. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022.
Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad memprediksi pertumbuhan ekonomi akan lebih berat karena tendensi ekspor yang kian menurun sumbangannya dalam perekonomian negara.
"Indef melihat bahwa pada kuartal ke depan relatif pertumbuhan ekonomi kita lebih rendah dari perkiraan semula. Mungkin berkisar sekitar 4,8 persen di kuartal ketiga," katanya dalam KTT INDEF 2023, Selasa (8/7/2023).
Namun, ia melihat adanya potensi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 jauh lebih tinggi dibanding proyeksi semula yang berkisar dari 4,8 persen menjadi 4,9 persen.
"Saya kira ini satu hal yang menggembirakan walaupun harapan banyak pihak bisa lebih tinggi dari itu," ujar Tauhid. Tauhid juga menyebut bahwa Indef melihat angka inflasi bisa lebih rendah berkisar 3 persen selama tahun 2023 ini.
Kemudian, nilai tukar rupiah diperkirakan selama 2023 ini bisa mencapai sekitar Rp15.000 per dolar AS dan tingkat pengangguran selama 2023 ini diperkirakan akan menyentuh sekitar 5,3 persen dan tingkat kemiskinan sebesar 9,3 persen.
Baca juga: Tembus 5,17 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ungguli Vietnam dan AS, tapi Masih di Bawah China
Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II pada tahun 2023 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.226,7 triliun dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Rp 3.075,7 triliun.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud mengatakan, perekonomian Indonesia triwulan II tumbuh solid meski ditengah perekonomian global yang diperkirakan mengalami pelambatan.
Dia mengatakan, perekonomian Indonesia tumbuh 5,17 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022.
"Di tengah perekonomian global yang diperkirakan melambat dan menurunnya tren komoditas ekspor unggulan, perekonomian Indonesia tumbuh solid sebesar 5,17 persen secara (yoy) dan tumbuh 5,11 persen secara (c to c)," kata Edy dalam Rilis BPS, Senin (7/8/2023).
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2023 Masih Didominasi Pulau Jawa
Dikatakan Edy, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tumbuh sebesar 3,68 persen jika dibandingkan dengan triwulan I 2023.
"Pada triwulan II 2023 ini pertumbuhan ekonomi kita secara cuartal to cuartal lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang ini sejalan dengan pola di tahun-tahun sebelumnya, yaitu pertumbuhan di triwulan II selalu lebih tinggi dibandingkan triwulan I," jelasnya.
Secara tahunan (year on year), perekonomian Indonesia pada triwulan II tumbuh 5,17 persen dibandingkan dengan triwulan sama di tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan ekonomi secara tahunan konsisten berada pada level 5 persen selama 7 kuartal berturut-turut. Menandakan pertumbuhan ekonomi kita semakin stabil," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/direktur-eksekutif-indef-tauhid-ahmad-okk.jpg)