Mulai Besok, Pesawat Citilink Terbang Perdana ke Bandara Dhoho Kediri
Penerbangan perdana Citilink Indonesia akan menawarkan Jakarta - Kediri - Jakarta menggunakan pesawat tipe A3210.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nitis Hawaroh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Surya Dhoho Investama (SDhl) menyatakan, maskapai Citilink Indonesia akan melakukan penerbangan perdana ke Bandar Udara Dhoho di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur pada Jumat (5/4/2024).
Presiden Direktur PT Surya Dhoho Investama Istata T. Siddharta mengatakan, penerbangan perdana Citilink Indonesia akan menawarkan Jakarta - Kediri - Jakarta menggunakan pesawat tipe A3210 dengan kapasitas 180 penumpang.
Dia bilang, kehadiran Citilink Indonesia di Bandar Udara Dhoho Kediri menandai komitmennya untuk mendukung pengembangan infrastruktur penerbangan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.
Baca juga: Bandara Dhoho Kediri Siap Beroperasi, Ini 8 Rute Penerbangannya Termasuk ke Jakarta dan Bali
"SDhl mempersembahkan Bandar Udara Dhoho ini sebagai A Gift to the Nation dimana Bandar Udara Dhoho ini merupakan sebuah infrastruktur yang akan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, serta membuka akses yang lebih luas hagi masyarakat untuk terhubung ke berbagai daerah di Jawa Timur bagian selatan," kata Istata dalam keterangannya, Kamis (4/4/2024).
Istata menyatakan bahwa penerbangan perdana yang akan dilakukan oleh maskapai Citilink Indonesia ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam pengembangan konektivitas udara dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan, khususnya di Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
Nantinya Citilink Indonesia akan memiliki frekuensi penerbangan dua kali seminggu. Istata bilang, penerbangan ini bukan hanya sekadar sebuah layanan transportasi, tetapi juga sebuah momentum bersejarah bagi Kabupaten Kediri dan sekitarnya.
"Kami yakin bahwa keberadaan Bandar Udara Dhoho akan menjadi sebuah aset berharga bagi pengembangan wilayah Jawa Timur bagian selatan, khususnya Kabupaten Kediri dan sekitarnya," ucap dia.
"Dengan penerbangan perdana ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan fasilitas di Bandar Udara Dhoho, serta menjadikannya sebagai pusat transportasi udara yang unggul dan membanggakan bagi masyarakat Indonesia," imbuhnya menegaskan.
Adapun Bandar Udara Dhoho dibangun dengan standar internasional dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, mampu menampung pendaratan pesawat jet berbadan lebar.
Terminal Penumpang yang dirancang untuk menampung hingga 1,5 juta penampang setiap tahunnya pada tahap awal, dan akan mampu menampung hingga 10 juta penumpang per tahunnya. Pada tahap ultimatenya, memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penumpang pesawat udara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pesawat-citilink-mengudara.jpg)