Jumat, 10 April 2026

Kinerja Industri Manufaktur RI September 2025 Masih di Zona Ekspansi

Febri Hendri Antoni Arif mengungkap nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2025 sebesar 53,02 poin.

Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
KINERJA INDUSTRI - Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025). Ia mengungkap nilai IKI pada September 2025 sebesar 53,02 poin. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja industri manufaktur Indonesia pada September 2025 masih di zona ekspansi.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif mengungkap nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2025 sebesar 53,02 poin.

Angkanya masih berada di zona ekspansi, walapun turun 0,53 poin dari Agustus 2025 sebesar 53,55.

"Namun, kalau dibandingkan September 2024, nilai IKI ini naik sebesar 0,54 dari 52,48," kata Febri di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2025).

Baca juga: Indonesia-Turki Jajaki Peluang Investasi Baru di Sektor Manufaktur

Perlambatan IKI disebut sebagai cerminan respons pelaku industri terhadap gejolak global.

Gejola itu seperti perlambatan ekonomi dunia akibat penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Selain itu, isu domestik seperti perombakan kabinet juga mempengaruhi perspektif para pelaku usaha dan terjadinya pelemahan rupiah.

Dari 23 subsektor industri pengolahan, ada 21 mengalami ekspansi dan 2 yang kontraksi.

"Jumlah kontribusi PDB dari 21 subsektor yang ekspansif itu total kontribusinya 97,8 persen," ujar Febri.

Baca juga: GIAMM: Perhitungan TKDN EV Terlalu Gampang, Dorong Insentif Berdasarkan Lokalisasi Nyata

Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman (KBLI 18) dan industri minuman (KBLI 11).

Sementara itu, dua subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri komputer, barang elektronik dan optik (KBLI 26) serta industri reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan (KBLI 33).

Pada September 2025, nilai IKI variabel pesanan baru mengalami penurunan sebesar 3,59 poin atau mencapai 53,79.

Selanjutnya, nilai IKI variabel persediaan produk juga mengalami penurunan sebesar 1,18 poin atau mencapai 55,86 poin.

Sebaliknyan, nilai IKI variabel produksi masih kontraksi, tetapi meningkat sebesar 5,01 poin atau mencapai 49,85.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved