Banjir di Sumatera
Pengamat Ingatkan Pentingnya Jaga Pasokan Energi di Wilayah Terdampak Bencana
Ekonom Sri Maryati berpendapat kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama darurat
Ringkasan Berita:
- Pengamat ekonomi Sri Maryati berpendapat kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama darurat.
- Ia menekankan peran strategis perusahaan energi ini dalam menjaga pasokan BBM dan logistik di daerah yang aksesnya terganggu akibat banjir dan longsor.
- Bencana banjir dan longsor menyebabkan ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, serta distribusi logistik terganggu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Padang, Sri Maryati, angkat bicara menanggapi upaya Pertaina menjaga pasokan energi di tiga provinsi yang terdampak bencana.
Ia menyebut kehadiran Pertamina di lapangan penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama situasi darurat.
Menurut Sri, beberapa upaya yang dilakukan Pertamina menunjukkan adanya penanganan operasional di daerah-daerah yang aksesnya terganggu akibat banjir dan longsor.
“Pertamina menjalankan fungsi utamanya sebagai penyedia energi dengan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Sri, Selasa (9/12/2025).
Ia menambahkan, upaya ini dianggap krusial untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat.
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam dua pekan terakhir telah menimbulkan kesulitan besar bagi masyarakat.
Ribuan rumah terendam, akses jalan terputus, dan jaringan distribusi logistik terganggu. Kondisi ini membuat warga kesulitan memperoleh bahan pangan, air bersih, serta energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Di sejumlah wilayah, pasokan BBM dan listrik sempat terhambat akibat kerusakan infrastruktur dan terbatasnya jalur distribusi.
Baca juga: PLN Hadapi Tantangan Maha Berat Pulihkan Jaringan Listrik di Aceh
Hal ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari dapur umum pengungsian hingga layanan kesehatan darurat yang membutuhkan energi untuk operasional.
Selain itu, arus logistik bantuan seperti sembako, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya juga terhambat karena akses transportasi yang rusak.
Menurut Sri, kehadiran fisik BUMN di lokasi bencana menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk rakyat.
“Kehadiran fisik BUMN di lokasi bencana menunjukkan negara hadir dan bekerja, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tuturnya.
Distribusi BBM dan Elpiji di Aceh
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung ke sejumlah titik vital pemulihan layanan energi di Aceh pasca terjadi bencana longsor dan banjir.
Simon melakukan tinjauan bersama Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya dan Posko Terpadu Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda.
Baca juga: Lumpur Mengeras Setinggi Pinggang Menghambat Proses Evakuasi Korban Bencana di Aceh
Ia juga memantau tibanya truk tangki elpiji (skid tank) yang dikirimkan menggunakan kapal ke Pelabuhan Malahayati untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Pengiriman elpiji dilakukan dengan dua kapal yakni Kapal Aceh Hebat II membawa 6 skid tank dan Kapal Wira Loewisa yang juga membawa 6 skid tank.
"Untuk percepatan distribusi BBM dan elpiji kami selalu dalam koordinasi, khususnya dengan dukungan penuh Menteri ESDM. SPBU sudah sebagian besar diperbaiki dan kami maksimalkan beroperasi 24 jam untuk mengurai antrean yang sempat panjang," ujar Simon dalam keterangannya, Rabu (9/12/2025).
Simon mengaku upaya pemulihan layanan energi yang dilakukan Pertamina tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pertamin terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk proses distribusi energi, termasuk Kementerian ESDM, TNI dan Polri, pemerintah daerah (pemda), BNPB dan lembaga lainnya.
DPR Minta Pertamina Bergerak Cepat
Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu menyoroti kinerja Pertamina dalam menangani kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pasca banjir bandang di Provinsi Sumatra Utara.
Kelangkaan BBM masih terjadi setelah dua pekan sejak terjadinya bencana dan menghambat distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat.
“Sudah dua pekan sejak bencana terjadi, masalah kelangkaan BBM masih belum teratasi,” kata Bane, Senin (8/12/2025).
Bane menegaskan, penanganan bencana akan efektif ketika BBM tersedia.
Maka itu, Bane meminta agar Pertamina bekerja ekstra menghadirkan solusi nyata, termasuk memastikan ketersediaan BBM di momen hari raya Natal dan tahun baru.
“Maka pengadaan BBM ke Sumut harus dilakukan dengan segala upaya. Susah lewat darat, lewat laut. Susah lewat laut, tempuh lewat udara. Ini bukan kondisi normal, harus kerja ekstra,” ujar Bane.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BBM-Langka-SPBU-di-Medan-Dipenuhi-Antrean-Kendaraan_20251201_192702.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.