Jumat, 1 Mei 2026

Stok Beras Awal Tahun 12,5 Juta Ton, 49 Persen Lebih Tinggi dari 2025

Stok beras Indonesia di awal 2026 mencapai 12,529 juta ton atau 49,12 persen lebih tinggi dari stok awal 2025 sebanyak 8,402 juta ton.

Tayang:
(Ho/Campus League)/Nitis Hawaroh
STOK BERAS - Pedagang beras di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Stok beras Indonesia di awal 2026 mencapai 12,529 juta ton atau 49,12 persen lebih tinggi dari stok awal 2025 sebanyak 8,402 juta ton. 
Ringkasan Berita:
  • Stok beras Indonesia di awal 2026 mencapai 12,529 juta ton atau 49,12 persen lebih tinggi dari stok awal 2025 sebanyak 8,402 juta ton.
  • Bapanas menyatakan Indonesia tidak perlu melakukan impor beras konsumsi pada tahun ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Stok beras Indonesia di awal 2026 mencapai 12,529 juta ton atau 49,12 persen lebih tinggi dari stok awal 2025 sebanyak 8,402 juta ton.

Stok awal 2026 tersebut sudah termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebanyak 3,248 juta ton. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bilang, capaian stok pada awal 2026 tersebut berasal dari carry over stok beras nasional hingga akhir 2025.

Selain itu, stok beras nasional juga tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, serta sektor horeka (hotel, restoran, dan katering).

Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang diolah Bapanas berdasarkan data kementerian dan lembaga terkait menunjukkan ketersediaan beras sangat tinggi dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026 yang sangat tinggi dan sangat aman," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dikutip dari siaran pers pada Minggu (4/1/2026).

"Ini berkat kerja keras para petani serta dukungan Kementerian Pertanian beserta seluruh pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.

Di dua tahun terakhir, peningkatan stok beras nasional tercatat sangat signifikan. Dibandingkan stok awal 2024 yang berada di angka 4,134 juta ton, stok awal 2026 meningkat hingga 203,05 persen.

Seluruh sumber stok beras 2025 disebut berasal dari produksi dalam negeri tanpa adanya impor. Ketut bilang, Indonesia tidak perlu melakukan impor beras konsumsi pada tahun ini.

"Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ujar Ketut.

Baca juga: Bulog Bisa Jual Beras SPHP Satu Harga Jika Pemerintah Naikkan Margin Fee

Keputusan tidak adanya impor beras umum maupun bahan baku industri diambil pemerintah saat menetapkan Neraca Komoditas Tahun 2026 dalam forum yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Pada forum tersebut dipastikan tidak ada kesepakatan terkait kuota impor beras umum, sebagaimana pada 2025 yang juga tidak dilakukan impor beras umum. Sementara itu, impor beras bahan baku industri juga dipastikan tidak dilakukan pada tahun ini.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah mendorong pelaku usaha nasional untuk mengoptimalkan bahan baku lokal berupa beras pecah dan beras ketan pecah.

Stok beras awal 2026 sebesar 12,529 juta ton diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi hampir lima bulan ke depan, dengan asumsi konsumsi sebesar 2,591 juta ton.

Sementara proyeksi produksi beras nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir 2026 berpotensi semakin menguat hingga 16,194 juta ton. 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved