Minggu, 18 Januari 2026

Rebranding Produk Tabungan, BTN Bidik Dana Murah Rp 5 Triliun

Dengan rebranding, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda.

HO/IST
REBRANDING TABUNGAN BTN - Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. 

Ringkasan Berita:
  • BTN resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos.
  • Dengan rebranding, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda.
  • BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia (Persero), yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, perubahan ini sebagai upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).

Menurut dia, langkah ini juga dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda. Mengajak untuk bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Baca juga: Penyaluran FLPP Cetak Rekor, BTN Paling Agresif Salurkan Pembiayaan

"Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi," kata Nixon dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

BTN memperkenalkan kembali produk tabungan e’Batarapos yang diluncurkan bersama Pos Indonesia pada 2005 dan telah berevolusi menjadi Tabungan BTN Pos, sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan.

"Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro," imbuhnya.

Nixon menyatakan, rebranding produk Tabungan BTN Pos, bukan sekadar perubahan identitas. BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan. Seiring ekspansi masif layanan perbankan berbasis digital hingga ke pelosok Indonesia.

"Produk ini akan kita dorong secara agresif. Target kita jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kita kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan," tegas Nixon.

 

Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi. Di era digital yang menuntut kepraktisan, nasabah cukup menggunakan aplikasi Bale by BTN untuk bertransaksi di kantor pos di seluruh Indonesia.

“Jaringan kantor pos saat ini menjangkau sampai ke pelosok wilayah Indonesia yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Pada saat yang sama, hampir semua warga Indonesia memiliki ponsel smartphone, sehingga inisiatif strategis ini dapat menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan membantu peningkatan inklusi keuangan,” tutur Nixon.

Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia. Nixon mengatakan, dengan semakin luasnya daya jangkau BTN melalui jaringan Pos Indonesia, diharapkan semakin besar pula potensi dana masyarakat yang bisa terjaring dari sinergi ini.

“Pos Indonesia adalah salah satu mitra strategis yang mendukung BTN dalam transformasi pendanaan ritelnya untuk semakin menumbuhkan dana murah. BTN berupaya menjawab tantangan di era digital dengan solusi keuangan komprehensif sehingga BTN dapat menjadi bank transaksional sehari-hari yang mumpuni di sisi teknologi,” ungkap Nixon.

Untuk dapat bertransaksi menggunakan Bale by BTN di kantor pos, nasabah hanya perlu mengakses Bale by BTN dan memilih menu cardless serta lokasi transaksi, yakni Pos Indonesia. Selanjutnya, nasabah dapat memasukkan nominal transaksi, yang kemudian diikuti kode token untuk nasabah. Kemudian, nasabah dapat datang langsung ke kantor pos dan melakukan transaksi setor atau penarikan tunai dengan menginformasikan kode token kepada petugas loket pos. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved