Minggu, 17 Mei 2026

Saham PTRO Diprediksi Masuk Indeks MSCI dan FTSE, Harganya Diramal ke Level 16.000

saham emiten orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu, PTRO menjadi kandidat kuat dimasukkan ke dalam dua indeks tersebut

Tayang:
Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MASUK INDEKS GLOBAL - Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) berpeluang masuk ke dalam dua indeks global sekaligus, yakni MSCI dan FTSE. 
Ringkasan Berita:
  • PTRO jadi kandidat kuat masuk ke dalam dua indeks global sekaligus, yakni MSCI dan FTSE.
  • Pengumuman hasil tinjauan MSCI pada 10 Februari 2026 dan FTSE pada 20 Februari 2026.
  • Target harga saham PTRO diproyeksi ke level Rp16.000.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Riset PT Henan Putihrai Sekuritas (HPS) menaikkan target harga saham PT Petrosea Tbk (PTRO) ke level 16.000, seiring adanya peluang bagi perusahaan ini masuk ke dalam dua indeks global sekaligus, yakni MSCI dan FTSE.

Diketahui, MSCI (Morgan Stanley Capital International) dan FTSE (Financial Times Stock Exchange) adalah indeks global yang digunakan investor institusi untuk menentukan alokasi portofolio mereka. 

Jika saham masuk ke dalam indeks ini, artinya saham tersebut diakui memiliki likuiditas tinggi, fundamental kuat, dan memenuhi standar global.

Baca juga: Petrosea dan Rukun Raharja Akuisisi Grup Hafar untuk Dukung Industri Migas Lepas Pantai

Adapun berdasarkan hasil analisis Tim Riset HPS yang dipublikasi, dikutip Rabu (14/1/2025), saham emiten orang terkaya di Indonesia Prajogo Pangestu, PTRO menjadi kandidat kuat dimasukkan ke dalam dua indeks tersebut. 

Pengumuman hasil tinjauan MSCI pada 10 Februari 2026 dan selanjutnya FTSE pada 20 Februari 2026 akan menjadi kombinasi dua agenda indeks yang akan menempatkan PTRO berada dalam kondisi katalis ganda yang jarang terjadi.

Lebih lanjut tim riset menyebutkan, potensi PTRO dimasukkan ke dalam dua indeks global tersebut akan menarik minat dana pasif global maupun dana yang mengikuti indeks acuan. Pada umumnya, investor institusi akan melakukan penyesuaian portofolio menjelang periode pengumuman indeks.

Dengan FTSE berperan sebagai pendorong lanjutan setelah pengumuman MSCI, maka inklusi ganda MSCI dan FTSE akan membuka potensi arus dana masuk lebih dari USD300 juta. Bahkan, sekaligus memperluas basis investor maupun meningkatkan sensitivitas harga saham PTRO.

Secara historis, menurut Tim Riset HPS, saham yang mendekati periode dimasukkan ke dalam MSCI Standard cenderung mengalami penilaian ulang sebelum pengumuman resmi, dengan harga diperdagangkan sekitar 10 persen hingga 15 persen di atas ambang kelayakan PTRO di level 13.050.

Baca juga: Ada Peningkatan Kontrak Pertambangan, Bagaimana Prospek Emiten Petrosea?

Pada pola tersebut, harga saham dimungkinkan bergerak ke rentang 14.350-15.000 sebelum PTRO secara resmi masuk ke dalam indeks, sekaligus mencerminkan adanya permintaan berbasis likuiditas dari dana pasif dan dana investor pelacak indeks, namun bukan perubahan fundamental.

Tim Riset HPS menilai, dinamika pra-inklusi tersebut berpotensi mendorong harga PTRO melampaui level 15.000. Pergerakan ke level ini hanya merupakan tahap awal, karena setelah pengumuman MSCI masih terdapat potensi tambahan arus dana dari inklusi FTSE, perluasan basis investor institusi hingga peningkatan likuiditas perdagangan saham.

Berdasarkan sejumlah sentimen positif dan proyeksi pergerakan harga saham PTRO tersebut, maka Tim Riset HPS memutuskan untuk mengerek target harga (TP) PTRO menjadi 16.000. Adapun potensi upside yang tercipta dari penetapan TP ini mencapai 38,83 persen.

Pada perdagangan hari ini, sekitar pukul 10.11 WIB, saham PTRO menguat 0,22 persen ke level Rp11.550. 

Sejak awal perdagangan hingga pukul tersebut, saham PTRO bergerak pada rentang Rp11.475 sampai Rp11.875 per saham.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved