Jelang Akhir Pekan, IHSG Mesorot ke Level 8.917
Nilai transaksi perdagangan sejak dibuka hingga pukul tersebut senilai Rp9,48 triliun dengan melibatkan 19 miliar lembar saham.
Ringkasan Berita:
- Nilai transaksi perdagangan sejak dibuka hingga pukul tersebut senilai Rp9,48 triliun dengan melibatkan 19 miliar lembar saham.
- Sebanyak 144 saham menguat, 487 saham melemah, dan 330 saham stagnan.
- Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen, sementara Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,2%.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (23/1/2026) pagi, bergerak di zona merah.
Pada pukul 09.45 WIB, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks melemah 0,83 persen 8.917,62.
Nilai transaksi perdagangan sejak dibuka hingga pukul tersebut senilai Rp9,48 triliun dengan melibatkan 19 miliar lembar saham.
Sebanyak 144 saham menguat, 487 saham melemah, dan 330 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 9.052: 422 Saham Bergerak Naik, 176 Saham Melemah
Kawasan Asia
Di kawasan Asia, bursa saham mencatat penguatan terbatas seiring sikap hati-hati investor menjelang hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya.
Mengutip Reuters, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4%, sementara Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,2%. Kontrak berjangka S&P 500 e-mini bergerak fluktuatif dan terakhir naik 0,1%.
Di Wall Street, saham Amerika Serikat melanjutkan reli untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (22/1), setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancaman tarif terhadap produk Eropa serta menegaskan tidak akan mengambil alih Greenland dengan kekuatan militer.
Indeks S&P 500 naik 0,5%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,9%.
“Pasar menyambut perubahan sikap tersebut dengan rebound pada aset berisiko dan pelandaian kurva imbal hasil obligasi pemerintah. Namun, ketidakpastian kebijakan masih tinggi dan berpotensi memicu dinamika lanjutan,” tulis analis Societe Generale dalam laporan riset.
Di pasar valuta asing, nilai tukar yen Jepang melemah 0,1% ke level 158,54 per dolar AS menjelang keputusan BOJ. Pelemahan ini terjadi setelah data pemerintah menunjukkan inflasi inti Jepang naik 2,4% secara tahunan pada Desember, sesuai dengan perkiraan analis.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama tercatat stabil di level 98,329, mendekati posisi terendah tahun ini, setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam enam pekan pada Kamis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat_20250626_181747.jpg)