Sabtu, 11 April 2026

Polisi Diminta Tak Merecoki Pedagang Kecil saat Ramadan, Mentan: Harga Naik, Kejar Distributor Besar

Amran meminta, agar para kepolisian untuk menindak siapapun pengusaha yang kedapatan menaikkan harga pangan

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
HARGA PANGAN JELANG RAMADAN - Menteri Pertanian RI sekaligus Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan di acara Gerakan Pangan Murah, di area Pasar Tani, Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Jumat (12/2/2026). Amran wanti-wanti Polisi untuk tidak merecoki pedagang kecil saat Ramadan. [Rizki Sandi Saputra] 

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memantau stabilitas harga beberapa bulan ini
  • Amran mengaku dipanggil oleh Presiden Prabowo untuk diingatkan agar tidak ada harga naik di momen Hari Besar Keagamaan Nasional

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian RI (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta peran serta Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang di dalamnya ada unsur kepolisian untuk menindak seluruh distributor besar hingga pengusaha nakal.

Amran meminta, agar para kepolisian untuk menindak siapapun pengusaha yang kedapatan menaikkan harga pangan di luar Harga Eceran Tertinggi (HET) jelang Ramadan dan IdulFitri 2026.

Pasalnya kata dia, Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memantau stabilitas harga beberapa bulan ini.

Baca juga: Mentan Amran Tegaskan NTB Sebagai Pilar Pengembangan Bawang Putih dan Jagung Nasional

"Tahun ini Ketua Satgas, Pak Kanit mewakili Pak Kabareskrim, kalau ada yang melanggar tolong seluruh Dirkrimsus se-Indonesia yang hadir pada hari ini, aku minta tolong ini perintah Panglima Tertinggi Bapak Presiden," ucap Amran saat membuka agenda Gerakan Pangan Murah, di area Pasar Tani, Kementerian Pertanian RI, Jumat (12/2/2026).

Amran mengaku dipanggil oleh Presiden Prabowo untuk diingatkan agar tidak ada harga naik di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Diketahui, masyarakat Indonesia akan memasuki beberapa perayaan keagamaan, di antaranya yakni Imlek, Ramadan, IdulFitri dan Nyepi.

Momen perayaan keagamaan ini biasanya identik dengan kenaikan harga pangan, seperti beras, daging sapi, daging ayam, hingga keperluan dapur seperti cabai hingga bawang merah.

Sementara, khusus untuk tahun ini, Amran memastikan kalau kenaikan harga pangan tidak akan terjadi lagi dan menjanjikan adanya sanksi bagi para pengusaha yang tetap nakal menaikkan harga.

"Kemarin kami dipanggil menghadap dan menanyakan kondisi pangan menghadapi bulan suci Ramadan, Hari Nyepi, dan seterusnya, Imlek, tidak boleh ada harga naik," kata dia.

Baca juga: Purbaya: Kalau Tak Ada MBG, Economic Growth Tidak Tercipta, Jadi Jangan Banyak Protes

"Tahun ini enggak ada kompromi lagi mengimbau. Izinnya kami cabut. Seluruh kewenangan kami, kami cabut. Pidananya kami serahkan ke Satgas," tegas Amran.

Meski begitu, Amran mengingatkan untuk pihak kepolisian tidak salah menindak. Kata dia, ada golongan pedagang yang tidak boleh ditindak atau diganggu.

Beberapa di antaranya yakni, pedagang kecil, pedagang kaki lima hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Dan aku tolong Satgas, seluruh sahabatku Dirkrimsus se-Indonesia, tolong jangan diganggu pedagang kecil. Tapi siapa yang memberikan pedagang kecil itu, itu yang dikejar. Jangan ganggu yang lapak-lapak saudara kita, pedagang kaki lima dan seterusnya. Saudara kita itu cuma untung Rp200, Rp500. Tolong jangan di lapaknya diganggu," ucap dia.

Sebab kata Amran, melonjaknya harga pangan bukan dikarenakan peran mereka para pedagang kecil, melainkan karena ulah distributor besar.

"Enggak boleh. Sekarang kita kejar sampai pabriknya, sampai distributor terbesar. Cari sumbernya, sumbernya yang dicabut izinnya," tandas Amran.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved