Sabtu, 25 April 2026

Menteri ESDM Tegaskan Pentingnya RI Lepas dari Ketergantungan Impor Energi

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia harus bisa lepas dari ketergantungan impor energi.

Ringkasan Berita:
  • Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia butuh swasembada energi agar tidak bergantung pada impor.
  • Bahlil mengatakan, ketergantungan pada importir menjadi bukti kegagalan mendorong kemandirian.
  • Ia mengingatkan bahwa ketidakmampuan Indonesia dalam berdikari di sektor energi justru dimanfaatkan para importir meraup keuntungan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia membutuhkan swasembada energi agar tidak melulu bergantung pada impor.

Menurutnya ketergantungan pada importir menjadi bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.

Ia mengingatkan bahwa ketidakmampuan Indonesia dalam berdikari di sektor energi justru dimanfaatkan para importir meraup keuntungan.

"Jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," kata Bahlil dalam sambutannya di Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), di Makassar, dikutip Kamis (19/2/2026).

Ia menyoroti sejumlah persoalan teknis utama di sektor energi.

Mulai dari jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua yang berakibat pada tidak maksimalnya pengangkatan migas.

Dari sekitar 40.000 sumur, hanya 18.000 sumur yang saat ini tercatat masih beroperasi. Sisanya, idle alias tidak aktif.

"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua, nah ini kita kerja samakan," jelasnya.

Atas dasar itu Bahlil mengusulkan percepatan pelaksanaan sumur-sumur yang telah masuk daftar rencana pengembangan.

Kementerian ESDM lanjutnya, akan segera membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru guna memperkuat ketahanan pasokan energi.

Bahlil menegaskan bahwa percepatan eksekusi, investasi teknologi, dan kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri.

Satu di antaranya adalah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan oleh Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

Ia mengklaim dengan operasi tersebut, RI tidak akan lagi impor solar sekaligus mencatatkan sejarah baru.

"Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter (KL) bensin dan 3,9 juta KL solar, maka tahun (2026) ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved