Selasa, 5 Mei 2026

Ancaman Krisis Energi

Isu Harga BBM Naik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi Harga per 1 April 2026

Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM April 2026 tidak benar. 

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Beredar informasi perkiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 April 2026.
  • Namun, pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM ini, tidak benar. 
  • Pertamina belum mengumumkan secara resmi harga BBM per 1 April 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kabar Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian publik di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Lonjakan harga minyak dunia ini, menyusul perang di Timur Tengah yang membuat sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Thailand, Filipina, dan Australia menaikkan harga BBM.

Belakangan juga beredar informasi di media sosial mengenai perkiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 April 2026.

Dalam dokumen yang beredar, tertulis harga Pertamax diproyeksikan naik signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.

Kabar tersebut turut memicu kekhawatiran masyarakat di tengah tren kenaikan harga minyak dunia.

Namun, pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM ini, tidak benar. 

Sejauh ini, perusahaan pelat merah itu, belum mengumumkan secara resmi harga BBM per 1 April 2026.

Dengan demikian, harga BBM saat ini, masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) sejak 1 Maret 2026.

Pernyataan PT Pertamina 

Dalam akun Instagram PT Pertamina (Persero), dijelaskan bahwa belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM terbaru.

Masyarakat pun diimbau mengecek harga resmi BBM melalui situs Pertamina. 

Baca juga: Harga BBM Non-subsidi Berpotensi Naik, Ekonom: Kalau Bisa Naiknya Jangan Lebih dari Rp 2.000/Liter

"Sikapi Informasi dengan Bijak

Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026.

Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. 

Pertamina mendukung Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tulis Pertamina melalui Instagram Story, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (31/3/2026).

ANTREAN BBM - Antrean kendaraan warga terlihat di SPBU Simpang Yarsi Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB.
HARGA BBM - Antrean kendaraan warga terlihat di SPBU Simpang Yarsi Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB. Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM April 2026 tidak benar.  (Tribunnews.com/Dodi Esvandi)

Komentar Bahlil soal Isu BBM Naik

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut merespons terkait arah kebijakan harga BBM subsidi menyusul lonjakan harga minyak dunia.

Lonjakan harga minyak dunia disebut menembus 115 dolar AS per barel. 

Bahlil menegaskan, Presiden RI Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Lantas, Bahlil meminta publik untuk memercayakan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo selaku kepala negara. 

Ia meyakini Eks Danjen Kopassus itu punya hari untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.

"Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil."

"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," katanya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026). 

Sampai saat ini, Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi belum naik.

Meski demikian, Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Pemerintah pun tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.

Terkait rencana kenaikan harga, Bahlil menyebut, fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi golongan masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Baca juga: Jelang Penyesuaian Harga BBM, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Bukittinggi

Harga BBM Pertamina Seluruh Wilayah Indonesia 31 Maret 2026

Berikut daftar harga BBM Pertamina per Maret 2026, dikutip dari situs resmi Pertamina Patra Niaga:

  • Aceh
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • Sumatera Utara
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.900
    Pertamax Turbo: Rp13.650
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.800
    Pertamina Dex: Rp15.100
  • Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.300
    Pertamax Green 95: Rp12.900
    Pertamax Turbo: Rp13.100
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.200
    Pertamina Dex: Rp14.500
  • Bali
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.300
    Pertamax Turbo: Rp13.100
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.200
    Pertamina Dex: Rp14.500
  • Nusa Tenggara Barat
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.300
    Pertamax Turbo: Rp13.100
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.200
    Pertamina Dex: Rp14.500
  • Nusa Tenggara Timur
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • Kalimantan Selatan & Kalimantan Utara
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.900
    Pertamax Turbo: Rp13.650
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.800
    Pertamina Dex: Rp15.100
  • Provinsi Sulawesi Utara, Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat, Provinsi Gorontalo
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Pertamax Turbo: Rp13.350
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
    Pertamina Dex: Rp14.800
  • Provinsi Maluku
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Biosolar: Rp6.800
    Dexlite: Rp14.500
  • Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya 
    Pertalite: Rp10.000
    Pertamax: Rp12.600
    Dexlite: Rp14.500
    Biosolar: Rp6.800

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Igman Ibrahim)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved