Ancaman Krisis Energi
Isu Harga BBM Naik, Pertamina: Belum Ada Pengumuman Resmi Harga per 1 April 2026
Pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM April 2026 tidak benar.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Kabar Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian publik di tengah lonjakan harga minyak dunia.
Lonjakan harga minyak dunia ini, menyusul perang di Timur Tengah yang membuat sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Thailand, Filipina, dan Australia menaikkan harga BBM.
Belakangan juga beredar informasi di media sosial mengenai perkiraan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 April 2026.
Dalam dokumen yang beredar, tertulis harga Pertamax diproyeksikan naik signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.
Kabar tersebut turut memicu kekhawatiran masyarakat di tengah tren kenaikan harga minyak dunia.
Namun, pihak PT Pertamina (Persero) memastikan kabar kenaikan harga BBM ini, tidak benar.
Sejauh ini, perusahaan pelat merah itu, belum mengumumkan secara resmi harga BBM per 1 April 2026.
Dengan demikian, harga BBM saat ini, masih mengacu pada penyesuaian harga yang diberlakukan di seluruh SPBU milik PT Pertamina (Persero) sejak 1 Maret 2026.
Pernyataan PT Pertamina
Dalam akun Instagram PT Pertamina (Persero), dijelaskan bahwa belum ada pengumuman resmi mengenai harga BBM terbaru.
Masyarakat pun diimbau mengecek harga resmi BBM melalui situs Pertamina.
Baca juga: Harga BBM Non-subsidi Berpotensi Naik, Ekonom: Kalau Bisa Naiknya Jangan Lebih dari Rp 2.000/Liter
"Sikapi Informasi dengan Bijak
Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026.
Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com.
Pertamina mendukung Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tulis Pertamina melalui Instagram Story, seperti dilihat Tribunnews pada Selasa (31/3/2026).
Komentar Bahlil soal Isu BBM Naik
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut merespons terkait arah kebijakan harga BBM subsidi menyusul lonjakan harga minyak dunia.
Lonjakan harga minyak dunia disebut menembus 115 dolar AS per barel.
Bahlil menegaskan, Presiden RI Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.
Lantas, Bahlil meminta publik untuk memercayakan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo selaku kepala negara.
Ia meyakini Eks Danjen Kopassus itu punya hari untuk memperhatikan nasib rakyat kecil.
"Insya Allah atas arahan Bapak Presiden untuk BBM subsidi sampai dengan sekarang saya pikir Bapak Presiden punya hatilah untuk memperhatikan rakyat kecil."
"Percayalah nanti tunggu tanggal mainnya Bapak Presiden akan memutuskan seperti apa untuk kebaikan rakyat bangsa dan negara," katanya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda kenegaraan di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).
Sampai saat ini, Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi belum naik.
Meski demikian, Bahlil memahami tekanan geopolitik global membuat harga minyak mentah melonjak tinggi. Pemerintah pun tetap mengupayakan stabilitas di dalam negeri.
Terkait rencana kenaikan harga, Bahlil menyebut, fokus utama pemerintah saat ini adalah melindungi golongan masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Baca juga: Jelang Penyesuaian Harga BBM, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Bukittinggi
Harga BBM Pertamina Seluruh Wilayah Indonesia 31 Maret 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina per Maret 2026, dikutip dari situs resmi Pertamina Patra Niaga:
- Aceh
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.800
Pertamina Dex: Rp15.100 - Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Green 95: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.100
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500 - Bali
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500 - Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.300
Pertamax Turbo: Rp13.100
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500 - Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - Kalimantan Selatan & Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.650
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.800
Pertamina Dex: Rp15.100 - Provinsi Sulawesi Utara, Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat, Provinsi Gorontalo
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex: Rp14.800 - Provinsi Maluku
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500 - Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp14.500
Biosolar: Rp6.800
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Igman Ibrahim)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.