Ramadan 2026, Bisnis Omnichannel Power Commerce Tumbuh 50 Persen
Ramadan dan Idul Fitri menjadi momentum perusahaan manajemen supply chain menggenjot pertumbuhan bisnis didorong oleh lonjakan demand di masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Ramadan dan Idul Fitri menjadi momentum perusahaan manajemen supply chain menggenjot pertumbuhan bisnis didorong oleh lonjakan demand di masyarakat.
- Dalam ekosistem omnichannel yang semakin kompetitif, warehouse memegang peran strategis sebagai pusat orkestrasi logistik mulai dari manajemen stok, pemrosesan pesanan, hingga pengiriman.
- Jaringan warehouse dengan kapabilitas yang scalable membuat operasional siap menghadapi lonjakan volume besar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perusahaan manajemen supply chain Power Commerce Asia meraup pertumbuhan signifikan hingga 50 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) selama periode Ramadan 2026 dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.
Lonjakan ini mencerminkan peningkatan demand masyarakat yang melakukan pembelian barang melalui , lokapasar sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan operasional yang scalable dan terintegrasi.
"Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi strategi yang tepat, mulai dari penetrasi multi-fulfillment, penguatan fundamental operasional, dan strategi bersama kami sebagai omnichannel enabler partner," ungkap Hadi Kuncoro, CEO Power Commerce Asia dikutip Rabu, 1 April 2026.
Baca juga: Stimulus Ekonomi Jelang Lebaran 2026 Dinilai Tepat, Jaga Daya Beli hingga Stabilitas Harga
Dia menjelaskan, momentum Ramadan lalu memberikan gambaran nyata bahwa pertumbuhan tidak hanya bergantung pada campaign, tetapi juga pada kesiapan operasional di belakangnya.
"Multi-fulfillment menjadi kunci untuk memastikan distribusi tetap optimal di tengah lonjakan demand,” ungkap Hadi Kuncoro.
Dia menambahkan, dalam ekosistem omnichannel yang semakin kompetitif, warehouse memegang peran strategis sebagai pusat orkestrasi logistik mulai dari manajemen stok, pemrosesan pesanan, hingga last-mile delivery.
Lokasi dan kesiapan warehouse menjadi faktor penentu dalam menjaga performa bisnis, khususnya setelah lonjakan permintaan saat festive season.
“Banyak brand fokus pada momentum campaign, tetapi sering kali melupakan fase setelahnya. Padahal, di fase inilah fondasi operasional harus diperkuat agar bisnis bisa sustain dan siap menghadapi peak berikutnya dengan lebih optimal,” bebernya.
Untuk menopang ekspansi, baru-baru ini pihaknya mengoperasikan Warehouse & Fulfillment Center di Semarang. Kini total jaringan fulfillment yang dikelola sebanyak 9 di 9 kota strategis di Indonesia meliputi Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, Bali dan Semarang.
"Jaringan ini dirancang untuk memastikan distribusi yang lebih cepat, efisien, dan dekat dengan konsumen di berbagai wilayah Indonesia," sebutnya.
Dijelaskan, dengan pembukaan warehouse & fulfilment center di Semarang, perusahaan mampu memperkuat coverage di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
"Penambahan infrastruktur di Semarang merupakan langkah strategis untuk memastikan brand memiliki sistem distribusi yang lebih agile” ujar Ricky Febrian, Head of Operations Power Commerce Asia.
Keunggulan utama fulfillment PCA selain terletak pada jaringan warehouse di 9 kota strategis, juga pada lokasi yang terintegrasi dengan last-mile delivery sehingga memungkinkan pengiriman instant di area tertentu.
Selain itu, kapabilitas yang scalable membuat operasional siap menghadapi lonjakan volume besar.
Didukung sistem omnichannel fulfillment yang terintegrasi untuk berbagai channel mulai dari marketplace, D2C, social commerce hingga B2B serta operational excellence melalui sistem WMS, SOP terstandarisasi, dan operasional 24/7, PCA memastikan proses fulfillment berjalan optimal dan andal. (fin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pergudangan-909.jpg)