Bank Jepang dan Pertamina Perbarui Kerja Sama dan Ketahanan Strategis Energi Bersih
JBIC dan Pertamina perkuat kerja sama energi bersih, biofuel, dan ketahanan energi di tengah transisi hijau Asia
Ringkasan Berita:
- Japan Bank for International Cooperation dan PT Pertamina memperbarui kerja sama strategis di sektor energi bersih dan ketahanan energi
- Kolaborasi diperluas mencakup biofuel, dekarbonisasi industri, hidrogen, hingga CCS
- Langkah ini sejalan dengan target netral karbon Indonesia dan Jepang pada 2060
Laporan Wartawan Tribunnew.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Japan Bank for International Cooperation (JBIC) memperbarui nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Pertamina guna memperkuat kemitraan strategis di bidang energi bersih dan ketahanan energi.
Kesepakatan baru tersebut diumumkan JBIC pada Kamis (21/5/2026) sebagai kelanjutan kerja sama yang sebelumnya dimulai pada November 2022.
Melalui pembaruan MoU ini, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama tidak hanya pada sektor energi terbarukan, hidrogen, amonia, dan Carbon Capture and Storage (CCS), tetapi juga mencakup dekarbonisasi fasilitas industri yang sudah ada, biofuel, hingga proyek-proyek pendukung ketahanan energi Indonesia.
Kerja sama tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak peluang kolaborasi antara Pertamina dan perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.
Sebagai perusahaan energi milik negara, Pertamina saat ini tengah mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon dan energi bersih sejalan dengan target pemerintah Indonesia mencapai netral karbon pada 2060.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa Melalui PGTC 2026
Selain itu, Pertamina juga fokus memperkuat ketahanan energi nasional.
Pemerintah Indonesia sendiri melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 yang diumumkan pada September 2024 menempatkan swasembada energi dan pengembangan ekonomi hijau sebagai prioritas utama.
Pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi menuju target netral karbon 2060.
Di sisi Jepang, JBIC melalui Rencana Manajemen Jangka Menengah ke-5 yang diumumkan pada Juni 2024 menetapkan dukungan terhadap netral karbon dan pertumbuhan ekonomi sebagai target utama.
JBIC aktif mendukung berbagai proyek Green Transformation (GX) dan transisi energi di berbagai negara.
Selain itu, pemerintah Jepang pada April 2026 meluncurkan inisiatif “POWERR Asia” atau Asia Energy and Resource Supply Chain Resilience Partnership guna memperkuat rantai pasok energi dan sumber daya penting di Asia di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
JBIC juga menambahkan skema dukungan pembiayaan baru melalui Japan Strategic Investment Facility sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut.
Menurut JBIC, pembaruan kerja sama dengan Pertamina sejalan dengan strategi pemerintah Jepang dalam memperkuat ketahanan energi di kawasan Asia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pertaminajepang112.jpg)