Ekspor Indonesia April 2026 Naik 5,48 Persen, Nilainya 92,15 Miliar Dolar AS
Nilai ekspor non migas naik sebesar 87,74 miliar dolar AS atau naik 6,28 persen dibandingkan April 2025 senilai 82,56 miliar dolar AS.
Ringkasan Berita:
- Nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 sebesar 92,15 miliar dolar AS, naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 87,36 miliar dolar AS.
- Nilai ekspor non migas naik sebesar 87,74 miliar dolar AS atau naik 6,28 persen dibandingkan April 2025 senilai 82,56 miliar dolar AS.
- Nilai ekspor bulan April 2026 mencapai 25,30 miliar dolar AS atau naik 21,98 persen dibandingkan April 2025.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 sebesar 92,15 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 87,36 miliar dolar AS.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, nilai ekspor migas pada April 2026 tercatat 4,41 miliar dolar AS atau turun 8,30 persen. Sedangkan nilai ekspor non migas naik sebesar 87,74 miliar dolar AS atau naik 6,28 persen dibandingkan April 2025 senilai 82,56 miliar dolar AS.
"Jika dilihat menurut sektor, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terjadi di sektor industri pengolahan," tutur Pudji dalam Rilis BPS, Selasa (2/6/2026).
Sektor industri pengolahan ini menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang Januari hingga April 2026 dengan andil sebesar 7,71 persen terhadap kenaikan total ekspor.
Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Sedangkan nilai ekspor bulan April 2026 mencapai 25,30 miliar dolar AS atau naik 21,98 persen dibandingkan April 2025. Nilai ekspor migas tercatat senilai 1,15 miliar dolar AS atau turun 1,20 persen.
Sementara nilai ekspor non-migas tercatat naik sebesar 23,36 persen dengan nilai 24,15 miliar dolar AS.
Baca juga: Enam Butir Aspirasi Pengusaha kepada DSI untuk Cegah Praktik Under-Invoicing Ekspor
"Kenaikan nilai ekspor April 2026 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan nilai ekspor non-migas yaitu pada komoditas yang pertama adalah lemak dan minyak hewani atau nabati HS15 yang naik 66,59 persen dengan andil 5,91 persen terhadap penaikan total ekspor," ungkap dia.
Baca juga: PKS Dorong Audit Menyeluruh Dugaan Kecurangan Ekspor Sawit
Kemudian, nikel dan barang daripadanya HS75 naik 75,52 persen dengan andil 2,17 persen, serta mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya atau HS84 naik 57,90 persen dengan andil 1,47 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Preskon-BPS-April-2026-OK.jpg)