Selasa, 9 Juni 2026

Libatkan BRIN, Kementan Targetkan Produksi Kedelai 5 Ton Per Hektare

Kementan menargetkan peningkatan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia menjadi 5 ton per hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
PACU PRODUKSI KEDELAI - Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia menjadi 5 ton per hektare dalam beberapa tahun ke depan melalui kerjasama yang dibangun bersama BRIN. 

Ringkasan Berita:
  • Kementan menargetkan peningkatan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia menjadi 5 ton per hektare dalam beberapa tahun ke depan.
  • Kedelai saat ini menjadi salah satu komoditas yang sedang fokus digarap pemerintah untuk terus ditingkatkan produktivitasnya.
  • Saat ini inovasi yang bisa ditawarkan BRIN untuk mendorong produktivitas kedelai adalah 4,6 ton per hektare.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan peningkatan produktivitas tanaman kedelai di Indonesia menjadi 5 ton per hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat riset di bidang pertanian termasuk untuk komoditas kedela.

"Kalau saya mintanya minimal 5 ton. Tapi kalau 3 ton 4 ton itu sudah bagus," kata Amran di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Amran mengatakan, kedelai saat ini menjadi salah satu komoditas yang sedang fokus digarap pemerintah untuk terus ditingkatkan produktivitasnya.

Penguatan kerja sama dengan BRIN juga untuk meningkatkan produktivitas kakao, kelapa, bawang putih, hingga tebu.

"Pertama, padi sudah selesai. Jagung sudah swasembada untuk pakan. Ke depan kita fokus kedelai, bawang putih, kakao, mente, tebu, dan seterusnya," kata dia.

Menurut Amran, Indonesia sedang mengejar upaya swasembada terhadap seluruh komoditas pangan terutama yang demand-nya tinggi di pasar global. "Yang demand-nya tinggi tingkat dunia, dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani dengan cepat," kata Amran.

Baca juga: Kementan-BRIN Kerjasama Laboratorium Pertanian untuk Varietas Baru

Kepala BRIN Arif Satria menyatakan, saat ini inovasi yang bisa ditawarkan BRIN untuk mendorong produktivitas kedelai adalah 4,6 ton per hektare. "Sekarang ini sudah ada inovasi yang 4,6 ton per hektar. Sudah ada 4,6 ton per hektar, kita tinggal kembangkan," tandas Arif.

Kolaborasi Kementerian Pertanian dengan BRIN diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) untuk mendorong produksi dan kualitas hasil pertanian.

BRIN bisa memanfaatkan seluruh kantor dan laboratorium milik Kementan yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia untuk kepentingan para peneliti BRIN.

"Kita bisa menghasilkan sesuatu produk secara eksponensial atau produktivitas meningkat yang signifikan kalau hasil penelitian kita berhasil, penelitian kita berhasil, menemukan varietas baru, metode-metode baru, dan seterusnya," kata Amran.

Baca juga: Serikat Petani Sawit Geruduk Kementan, Keluhkan Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo

Indonesia sedang berupaya untuk bisa mencapai swasembada pada komoditas bawang putih, kelapa hingga tebu yang notabene seluruhnya memiliki tingkat permintaan tinggi di dunia.

"Ini kita buat klaster kemudian ahli tebu, ahli kakao, ahli bawang putih hortikultura kita tempatkan di situ (kantor Kementan). Anggarannya ada," kata Amran.

"Yang mendesak sekarang adalah kedelai, bawang putih, kakao, mente, ini kita selesaikan dengan cepat. Ini kolaborasi ini luar biasa," sambung dia.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved