Hadir di Public Expose Live 2026 BEI, Bank Raya Optimistis Bisnis Digital Tumbuh Positif
Bank Raya optimis bisnis digital terus tumbuh di 2026 usai mencatat kinerja solid pada Kuartal I dengan NIM naik 91 bps yoy.
TRIBUNNEWS.COM - PT Bank Raya Indonesia Tbk (Bank Raya; kode emiten: AGRO) berpartisipasi dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara daring, Selasa (9/6/2026).
Perseroan memaparkan kinerja keuangan Kuartal I 2026 beserta rencana ekspansi bisnis dan pengembangan inovasi guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Ida Bagus Ketut Subagia dan Direktur Bisnis Kicky Andrie Davetra.
Public expose yang rutin dilakukan oleh Bank Raya merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan kepada publik dan investor.
Dalam Public Expose Live 2026, direksi perseroan menekankan komitmen untuk mempertajam visi dalam mendukung pengembangan bisnis digital serta mendorong keunggulan produk yang mudah, relevan, dan andal untuk bertransaksi dan mengelola keuangan bagi pelaku usaha, komunitas, maupun kebutuhan personal.
Untuk mendukung visi tersebut, Bank Raya akan menerapkan strategi eksploitasi dan eksplorasi guna mendorong pertumbuhan bisnis digital. Melalui strategi eksploitasi dan sinergi dengan BRI serta perusahaan anak BRI, perseroan akan mengoptimalkan peluang bisnis digital yang ada di dalam ekosistem BRI Group.
Sementara itu, melalui pendekatan eksplorasi, Bank Raya akan menyasar target pasar di luar BRI Group melalui kerja sama dan kolaborasi dengan mitra-mitra potensial.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, pertumbuhan yang dicapai mencerminkan fokus perseroan pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas. Pihaknya pun optimistis jika bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.
"Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami," ujar Bagus dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa.
Bagus menambahkan, perseroan juga optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang. Optimisme itu ditopang oleh sejumlah keunggulan kompetitif Bank Raya sebagai bank digital.
Pertama, Bank Raya memiliki jaringan online to offline (O2O) yang terluas di seluruh Indonesia. Kedua, inovasi berkelanjutan pada produk digital lintas segmen yang memungkinkan scale up bisnis melalui kemitraan dan akuisisi pengguna akhir lewat ekosistem BRI maupun ekosistem digital lainnya.
Ketiga, optimalisasi sinergi BRI Group sebagai digital attacker untuk melayani pasar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan produk yang cepat, relevan, andal, dan mudah diakses nasabah.
Bisnis Digital Terus Bertumbuh, Optimalkan Momentum Pertumbuhan Bisnis
Bank Raya membuktikan komitmen mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui capaian kinerja di kuartal I 2026 yang semakin solid. Pertumbuhan ini ditopang dari sisi penyaluran kredit digital, penghimpunan simpanan digital, ataupun penguatan fundamental keuangan.
Pada Kuartal I 2026, Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, ditopang dari kinerja kuat bisnis digital. Hal itu tecermin dari perbaikan rasio net interest margin (NIM) yang meningkat 91 basis poin (bps) secara tahunan (year-on-year/yoy), dari 4,87 persen pada Kuartal I 2025 menjadi 5,78 persen, seiring optimalisasi aset produktif dan pengelolaan biaya dana yang lebih efisien.
Sejalan dengan upaya tersebut, Bank Raya terus memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara prudent. Porsi kredit digital terus meningkat menjadi 45,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar 32,1 persen, sejalan dengan transformasi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis digital secara berkelanjutan.
Baca juga: Bank Raya Raih Penghargaan The Best Bank in Customer Experience dan Digital Innovation Award 2026
Bank Raya menargetkan porsi kredit digital ataupun simpanan digital terus bertumbuh positif sepanjang 2026. Penyaluran kredit digital tercatat sebesar Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0 persen yoy, sedangkan outstanding kredit digital Bank Raya tumbuh mencapai Rp3,14 triliun atau tumbuh 33,1 persen yoy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PUBLIC-EXPOSE-LIVE-2026.jpg)