Pemegang Saham COIN Restui Perombakan Jajaran Dewan Komisaris
Rapat menyetujui pengunduran diri Silvano Winston Rumantir selaku komisaris, sekaligus mengangkat Aaron Ang Nio
Ringkasan Berita:
- RUPSLB COIN menyetujui Aaron Ang Nio sebagai komisaris menggantikan Silvano Winston Rumantir.
- RUPST menetapkan laba bersih 2025 sebagai laba ditahan dan cadangan umum untuk memperkuat modal, likuiditas, serta infrastruktur CFX dan ICC.
- Saham COIN ditutup naik 24,67 persen ke Rp935 dan telah menguat 58,47 persen dalam lima hari perdagangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemegang saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) merestui adanya perombakan susunan dewan komisaris.
Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) COIN, Senin (15/6/2026).
Rapat menyetujui pengunduran diri Silvano Winston Rumantir selaku komisaris, sekaligus mengangkat Aaron Ang Nio sebagai komisaris yang baru.
Baca juga: Arsari Nusa Investama Jadi Pemegang Saham COIN, Ini Alasannya
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu mengatakan, penyegaran ini diharapkan membawa perspektif baru untuk memperkuat fungsi pengawasan, tata kelola, dan bagi pertumbuhan COIN yang berkelanjutan.
"Kami meyakini perspektif baru beliau ( Aaron Ang Nio) akan semakin memperkuat fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola yang baik di Perseroan,” ujar Ade.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi COIN menjadi:
Dewan Komisaris:
John A. Prasetio : Komisaris Utama & Komisaris Independen
Aaron Ang Nio : Komisaris
Direksi:
Ade Wahyu : Direktur Utama
Adri P. Martowardojo : Direktur
Abraham Ardian Nawawi : Direktur
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyepati penggunaan laba bersih perseroan Tahun Buku 2025 untuk dibukukan sebagai laba ditahan dan cadangan umum.
Keputusan ini diambil sejalan dengan upaya memperkuat struktur permodalan Perseroan.
Menurut Ade, langkah strategis dan prudent tersebut untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur kedua perusahaan anak, yaitu PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), serta memastikan ketahanan operasional di tengah dinamika pasar aset kripto pada 2026.
"Kami memandang kas ini sebagai bekal penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat infrastruktur anak usaha kami, dan memastikan Perseroan tetap tangguh menghadapi dinamika pasar. Kami memilih memprioritaskan fundamental bisnis jangka panjang demi penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” kata Ade.
Pergerakan saham COIN
Pada perdagangan Senin (15/6/2026) saham COIN ditutup sentul level batas atas per hari, naik 24,67 persen atau 185 poin menjadi Rp935 per saham.
Dalam lima hari perdagangan, saham COIN sudah menguat 58,47 persen atau 345 poin dari posisi 9 Juni 2026 di level Rp590 per saham.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/IHSG-Ditutup-Menguat-Usai-Koreksi-Tajam_20260130_171937.jpg)