BNNBNN Link

Presiden Turki Prihatin Sekaligus Gusar Atas Isi Ancaman Pelaku Teror Masjid Christchurch

Kantor berita Turki Anadolu juga mengutip pernyataan Erdogan yang mengecam pelaku penyerangan, Brenton Tarrant.

Presiden Turki Prihatin Sekaligus Gusar Atas Isi Ancaman Pelaku Teror Masjid Christchurch
Arif Akdogan/Bloomberg
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

"Ia datang ke Istanbul selama tiga hari pada kali pertama, dan 40 hari pada kali kedua, tapi apa hubungannya ? Kita akan segera mengetahuinya," kata Erdogan dalam menghadapi manifesto.

Baca: Kesaksian Imam Masjid Al Noor dan Linwood tentang Aksi Penembakan Brutal di Kota Christchurch

"Ia (pelaku) berbicara omong kosong dengan mengatakan bahwa 'kami ingin membunuh anda jika anda menyeberang ke bagian Barat Selat, kami akan datang ke Istanbul dan menghancurkan semuanya' dalam manifesto yang ia tinggalkan."

"Bagaimana bisa seorang pembunuh berniat buruk terhadap Muslim dan Turki," tegas Erdogan merujuk pada pelaku penyerangan di Selandia Baru.

Erdogan juga menyatakan, pelaku penyerangan 'menghiasi' senjatanya dengan nama-nama semua musuh Turki dan Muslim sejak Pengepungan kedua Vienne pada 1683, termasuk para tiran Perang Salib.

Dalam salah satu serangan teror paling mematikan di Selandia Baru itu, pelaku melakukan aksi penembakan tanpa pandang bulu di dua masjid di Christchurch selama solat Jumat.

Serangan itu menewaskan 50 orang dan menyebabkan kritis belasan orang serta mencederai 39 lainnya.

Mereka kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Christchurch, sementara itu seorang anak telah dipindahkan ke Rumah Sakit Starship, Auckland.

Pelaku penyerangan, Brenton Tarrant (28) pun telah ditangkap dan dihadirkan di depan pengadilan pada Sabtu kemarin dengan tuduhan pembunuhan terkait serangan teror di Christchurch.

Ia dikembalikan ke tahanan tanpa permohonan hingga 5 April mendatang.

Sebelumnya, menggunakan senjata semi-otomatis, pelaku melancarkan serangan 'terencana' ke Masjid Al Noor dan Masjid Linwood melalui tembakan brutal yang menyasar para jemaah.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved