Citra Satelit Tunjukkan Iran Bangun Lubang Makam untuk Korban Corona
Gambar satelit baru dari Maxar menunjukkan Iran gali banyak makam di daerah Qom, yang sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
TRIBUNNEWS.COM - Citra satelit dari Maxar menunjukkan Iran menggali banyak makam di daerah Qom.
Menurut laporan media, penggalian lubang makam itu disebabkan meningkatnya jumlah korban virus corona di Iran.
Melansir Washington Post, makam tersebut sangat luas sehingga visualnya terlihat dari luar angkasa.
Untuk diketahui, di Iran korban meninggal akibat terpapar virus corona mencapai 988 orang.
Tak hanya warga sipil, covid-19 juga merenggut nyawa petinggi Iran.
Baca: Iran Bebaskan Sementara 85.000 Narapidana, Belum Tahu Kapan Dikembalikan ke Penjara
Baca: Anggota Dewan Ulama Iran Meninggal Akibat Virus Corona
Baca: Anggota Majelis Ulama Iran Meninggal Lantaran Idap Virus Corona
"Di antaranya yang tewas adalah anggota parlemen, mantan diplomat, bahkan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran (Ali Khamenei-Red)," terang Washington Post.
"Setidaknya, dua lusin pejabat lain, termasuk wakil presiden telah terpapar virus corona," tambah laporan tersebut.
Lebih lanjut, pemerintah Iran telah bergerak dengan cepat.
Mereka menciptakan dua garis kuburan, masing-masing 100 yard (90 meter).

Washington Post mengklasifikasi makam ini sebagai parit, meskipun terminologi tersebut diperdebatkan di media sosial.
Galian makam telah beredar di media Iran dalam beberapa minggu terakhir.
Esfandyar Batmanghelidj melalui utas Twitter memberikan tanggapan.
Menyebut beberapa konteks utama tidak ada dalam pemberitaan.
"Beberapa konteks utama tidak ada dalam artikel ini," kata Esfandyar.
"Adat istiadat Islam menuntut pemakaman yang cepat, seringkali dalam 24 jam," katanya.
"Kemungkinan puluhan orang meninggal setiap hari karena Covid-18 di Qom, Iran," tambahnya.

Menyiapkan Makam
Lebih lanjut, otoritas setempat mengatakan mereka akan menyiapkan lebih banyak makam untuk korban virus corona, Kamis (25/2/2020).
"Dua minggu lalu, pihak berwenang mengumumkan bahwa mereka akan menyiapkan kuburan di muka," terang Esfandyar.
Ia menyebut, gambar-gambar satelit yang menunjukkan galian makam itu tidak mengejutkan.
"Apa yang dicerminkan oleh gambar-gambar, sejauh saya tahu adalah situasi yang sangat menyedihkan," katanya.
"Di mana pihak berwenang setempat harus mengambil langkah yang tidak biasa, menggali parit makam di pemakaman Behesht-e Masoumeh, untuk memberikan pemakaman tepat waktu," tulisnya.

Kasus Corona di Iran
Iran memiliki lebih dari 16.000 kasus infeksi.
Jumlah kematian tercatat 988 korban jiwa.
Sementara pasien yang dipulihkan di Iran mencapai lebih dari 5.000 orang.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai pandemi global, Rabu (11/3/2020).
Virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan.

Untuk itu, penting mengenali lebih jauh tentang gejala dan pencegahan virus corona.
Gejala yang ditimbulkan meliputi bersin, pilek, kelelahan, batuk, dan sakit tenggorokan.
Kemudian, pencegahan virus corona dilakukan dengan berbagai cara.
Misalnya, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)