Virus Corona

Komisi IX DPR: Gerakan Sadar Covid-19 Harus Digencarkan

Tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan mengkampanyekan gerakan sadar covid-19.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PELAKSANAAN UNBK - Peserta Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) mencuci tangan sebelum masuk ruang ujian di SMK PGRI 3 Kota Malang, Senin (16/3/2020). Cuci tangan sebelum ujian ini diwajibkan sekolah untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) lewat penggunaan komputer ujian. UNBK di sekolah ini tetap berlangsung sesuai arahan Pemprov Jatim yang meliburkan semua sekolah kecuali yang melaksanakan ujian nasional. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kampanye gerakan sadar covid-19 atau virus corona dinilai perlu digencarkan.

Anggota Komisi IX DPR fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani mengatakan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghadapi pandemi corona.

"Ini menjadi persoalan bangsa yang harus dihadapi bersama. Semua elemen masyarakat harus bergerak," kata Netty kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menilai peran aktif seluruh elemen masyarakat diperlukan.

Baca: UPDATE Harga Hp Oppo Maret 2020, Oppo Reno 3 Resmi Hadir di Indonesia dengan Harga Rp 5,2 Juta

Baca: Update: Sebaran 19 Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia di Indonesia

Baca: Viral Kisah Dokter Handoko Gunawan Siap Mati Tangani Pasien Positif Virus Corona

Tokoh masyarakat harus menjadi garda terdepan mengkampanyekan gerakan sadar covid-19.

"Tokoh masyarakat harus hadir bersama lakukan pencegahan penyebaran covid-19. Gereja, mesjid, vihara, posyandu, PKK, Karang Taruna, ormas, harus menjadi garda terdepan dalam kampanye gerakan sadar Covid-19," ujarnya.

Ia meminta masyarakat menaati imbauan pemerintah yang menyerukan social distancing.

Hal itu bertujuan mencegah penularan covid-19.

"Sudah saatnya warga diinstruksikan berdiam di rumah untuk self isolation. Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah," ucapnya.

"Jangan malah jalan-jalan ke tempat keramaian seperti ke mal, pusat hiburan atau wisata. Jika tidak sekolah tapi tetap keluar rumah, ya percuma saja," imbuhnya.

Lebih lanjut, Netty meminta kepada pemerintah untuk memberikan dukungan penuh kepada rumah sakit serta tenaga medis yang berjuang menangani virus corona.

"Dukungan berupa penyediaan alat, bahan dan bahkan pemberian insentif lebih adalah hal yang harus dilakukan," pungkasnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved