Virus Corona

Komisi VIII Minta Pemerintah Segera Distribusikan APD Hingga Ke Puskesmas di Zona Merah

Menurut dia, tim medis yang berada di garda terdepan melawan COVID-19 sangat membutuhkan APD.

Tribunnews/JEPRIMA
Petugas saat menyemprotkan cairan disinfektan kepada crew Pesawat Hercules C-130 yang membawa alat kesehatan (alkes) dari China saat mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (23/3/2020). Pesawat mengangkut sembilan ton alat kesehatan berupa masker sekali pakai, masker N95, pakaian pelindung tubuh, kacamata pelindung, sarung tangan karet, penutup sepatu, thermometer inframerah, dan penutup kepala untuk operasi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Komisi VIII DPR RI mendorong pemerintah mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) hingga ke Puskesmas di daerah-daerah zona merah virus corona (COVID-19).

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (23/3/2020).

'Kami berharap Pemerintah segera mendistribusikan APD ke puskesmas di daerah-daerah, terutama ke daerah zona merah Covid 19," ujar Politikus Golkar ini.

Menurut dia, tim medis yang berada di garda terdepan melawan COVID-19 sangat membutuhkan APD.

Dengan begitu keselamatan para tenaga medis juga bisa terjaga saat APD tersedia lengkap hingga ke Puskesmas.

Baca: YLBHI-LBH Terima Aduan Permasalahan Pekerjaan Terkait Pandemi Corona

"Mereka sekarang membutuhkan ketersediaan APD tersebut," ucapnya.

Untuk membantu tenagah medis, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin dengan social distancing.

"Bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah masing-masing. Hanya dengan cara begitu kita dapat melawan persebaran COVID-19," jelasnya.

Cari Jalan Keluar Bagi Pekerja Informal

Selain itu dia menilai, Pemerintah sudah harus mencari jalan keluar bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal yang terdampak secara ekonomi imbas dari kebijakan social distancing ini.

"Mereka harus dipersiapkan insentif ekonominya," ucapnya.

"Bagi pekerja di sektor informal jika mereka tidak bekerja dengan pendapatan harian, tentu ajakan bekerja di rumah mempengaruhi terhadap “dapur”. Pemerintah harus memikirkan kebijakan fiskal untuk mengantisipasi hal ini," jelasnya.

Baca: Tenang Sebelum Badai? Para Ahli Khawatir atas Apa yang Terjadi Setelah Puncak Covid-19

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa saat ini masih ada keluhan mengenai alat perlindungan diri (APD) bagi petugas atau tenaga medis yang menangani Corona. Kelangkaan tersebut, karena terdapat 180 negara yang juga memerlukan APD.

"Masih banyak keluhan mengenai , kelangkaan APD. Saat ini 180 negara semuanya berebutan untuk mendapatkan baik itu masker, dan sanitazer," kata Presiden saat meninjau RS Darurat Corona di Kemayoran, Jakarta, Senin, (23/3/2020).

Saat ini telah ada stok 105 ribu APD. Jumlah APD tersebut menurut presiden akan segera didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang memerlukan. Dari jumlah tersebut sebanyak 54 ribu akan didistribusikan ke rumah sakit wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Bogor. Lalu 40 ribu didistribusikan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

"Lalu 10 ribu didistribusikan ke luar Jawa dan bali, dan 10 ribu lagi untuk cadangan," kata Presiden.(*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved