Virus Corona

Tangkal Hoax Tentang Bahan Pembersih Virus Corona, LIPI Rilis Daftar Produk Rumah Tangga yang Aman

(LIPI) pun merilis daftar sementara bahan aktif dan produk rumah tangga untuk disinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Tribun Manado/Andreas Ruauw
Seorang mahasiswa mencampur cairan Cap Tikus ke gelas ukur di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano, Sulawesi Utara, Sabtu (21/3/2020). Mahasiswa Jurusan Kimia Unima berhasil menciptakan hand sanitizer (cairan pembersih tangan) berkadar alkohol 80% yang berbahan dasar minuman tradisional Sulut, Cap Tikus. Hasil penelitian tersebut menjadi alternatif di tengah kurangnya pasokan alkohol dan cairan pembersih tangan. Tribun Manado/Andreas Ruauw 

TRIBUNNEWS.COM - SAAT wabah virus corona, penyemprotan disinfektan salah satu upaya yang digalakkan untuk meminimalkan peredaran covid-19.

Seiring dengan itu banyak beredar informasi bahan rumah tangga yang bisa dipakai untuk disinfektan.

Sayangnya tak jarang bahan yang dipublikasikan justru simpang siur dan hoax.

Nah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pun merilis daftar sementara bahan aktif dan produk rumah tangga untuk disinfeksi virus corona penyebab Covid-19.

Virus corona merupakan virus yang memiliki selubung atau sampul (enveloped virus) dengan pelindung lapisan lemak.

“Disinfektan dapat merusak lapisan lemak tersebut sehingga membuat virus corona cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein yang lebih kuat,” tutur Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Ajeng Arum Sari, dalam keterangan tertulis dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian mengungkapkan banyak produk rumah tangga umum mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi.

Menurutnya, bahan aktif dan konsentrasi efektifnya telah terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur.

“Selain penggunaan agen pembersih, perawatan lain yang efektif terhadap virus corona adalah dengan metode pemberian uap dan perlakuan panas,” tutur Chandra.

Berdasarkan informasi yang diterima dari The Robert Koch Institute (RKI) Jerman, Chandra menjelaskan bahwa jika produk disinfektan yang aktif terhadap virus corona tidak tersedia, produk disinfektan lain yang setidaknya memiliki aktivitas virucidal terhadap virus berselimut (enveloped virus) juga dapat digunakan.

Halaman
1234
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved