Virus Corona

Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Kedua Pemeriksaan 'Rapid Test'

Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menentukan pihak yang diprioritaskan dalam pemeriksaan cepat atau rapid test

Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Kedua Pemeriksaan 'Rapid Test'
Gugus Tugas Penanganan Kasus Corona
Jubir Penangangan Kasus Corona, Achmad Yurianto. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menentukan pihak yang diprioritaskan dalam pemeriksaan cepat atau rapid test corona.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan prioritas rapid test diberikan untuk orang yang pernah kontak demgan pasien positif corona.

"Pertama, rapid test kita lakukan kepada kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan dirawat di RS. Atau kasus positif yang harus dilakukan isolasi," ujar Yurianto di Kantor BNPB, Jln Pramuka Raya, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Baca: Bayi 1,5 Tahun Ditemukan Tewas di Kota Xiaogan yang Di-lockdown Pemerintah, Diduga karena Kelaparan

Yurianto mengatakan orang tersebut ditemukan berdasarkan penelusuran riwayat apakah pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona.

Baca: Terjangkit Virus Corona, Paulo Maldini Dapat Dukungan dari Fransesco Totti, Carles Puyol hingga Kaka

Sementara prioritas kedua adalah tenaga kesehatan yang menangani pasien positif corona. Menurut Yurianto, tenaga kesehatan paling rentan terinfeksi corona karena bersentuhan langsung dengan pasien.

Selain itu, pegawai atau pekerja di rumah sakit yang menjadi tempat perawatan juga akan menjadi prioritas rapid test.

"Prioritas kedua, kami lakukan pemeriksaan kepada semua tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan terhadap pasien covid. Ini harus diperiksa termasuk front office RS. Kita tahu mereka kelompok sensitif untuk rentan terinfeksi covid," ucap Yurianto.

Saat ini pemerintah masih melakukan penelusuran terhadap kelompok yang memiliki kerentanan tinggi terinfeksi virus corona.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved