Virus Corona

Polri Imbau Ojek Online Patuhi Jaga Jarak Fisik

Ini penting diterapkan karena bisa menghindari penyebaran virus corona yang kian merebak di tanah air.

Polri Imbau Ojek Online Patuhi Jaga Jarak Fisik
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SEMPROT DISINFEKTAN - Puluhan ojek online (Ojol) saat disemprot disinfektan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 (Corona Virus) Provinsi Jawa Timur sebagai mengantisipasi penularan Covid-19 di depan Gedung Negara Grahadi, JL Gubernur Suryo, Surabaya, Minggu (22/3). Penyemprotan desinfektan untuk kendaraan transportasi roda dua sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono meminta para pengemudi ojek online untuk memperhatikan physical distancing atau menjaga jarak fisik.

Ini penting diterapkan karena bisa menghindari penyebaran virus corona yang kian merebak di tanah air.

Terlebih, Kapolri telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat menghindari kerumunan.

"Pelayanan ojek online harus juga memperhatikan Physical Distancing atau menjaga jarak fisik khususnya saat berkumpul menunggu customer atau orderan dengan harus tetap menjaga jarak dan tidak berkumpul," ujar Argo saat dikonfirmasi Rabu (25/3/2020).

Bukan tanpa alasan ini karena dari hasil patroli kepolisian, di beberapa titik masih ditemukan ojek online yang berkumpul tanpa menjaga jarak baik ketika menunggu customer maupun orderan.

Baca: Ternyata Ini Alasan Kenapa Lampu Kabin Bus Dimatikan Ketika Berjalan

Baca: Kemenag Hapus Pelaksanaan UN dan UAMBN Madrasah untuk Antisipasi Corona

Baca: Diminta Ganjar Buat APD untuk Jateng, RS Moewardi Hanya Mampu Terbatas: Kami Bukan Produsen Konveksi

Diketahui Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengubah istilah sosial distancing atau menjaga jarak sosial menjadi physical distancing atau menjaga jarak fisik dalam mencegah wabah virus corona.

WHO mengubah istilah tersebut untuk merekomendasikan jarak fisik daripada jarak sosial dengan mendorong masyarakat tetap berhubungan melalui media sosial.

Imbauan untuk tetap berada di rumah selama pandemi virus corona bukan malah memutuskan kontak dengan keluarga, kerabat, teman dan sahabat.

Melainkan lebih dalam menjaga jarak secara fisik untuk memastikan penyakit corona tidak menyebar Masyarakat ‎bisa memanfaatkan teknologi informasi atau media sosial untuk interaksi sosial.

Presiden Joko Widodo juga menekankan pentingnya jaga jarak dengan orang lain demi meminimalisir penyebaran virus corona. Menjaga jarak, tidak berarti memutus kontak dengan keluarga dan teman secara sosial.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved