Dengar Kasus Corona, Jangan Panik, Yuk Konsultasi Online Soal Covid-19 di Layanan Telemedik

Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi telemedik atau telemedicine untuk upaya pencegahan dan penanganan COVID -19.

TRIBUN/HO
Dari kiri ke kanan CEO Halodoc Jonathan Sudarta, Chief Public Policy & Government Relations Gojek Shinto Nugroho, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (23/3/2020). Nota kesepahaman ini merupakan perwujudan resmi dari kolaborasi Gojek, Halodoc dan Kementerian Kesehatan RI dalam meluncurkan inovasi layanan telemedicine Check COVID-19. Lewat Check COVID-19 kedua perusahaan anak bangsa ini membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanganan, pemanfaatan infrastruktur dan sumber daya serta penyediaan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang langkah menimimalisir penyebaran virus corona (COVID-19). TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi telemedik atau telemedicine untuk upaya pencegahan dan penanganan COVID -19.

Melalui telemedik, masyarakat dapat lebih siap secara dini dalam pencegahan dan penanganan menghadapi penyakit yang disebabkan SAR-CoV-2 atau COVID – 19.

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) memanfaatkan telemedik yang berbasis internet untuk memberikan beberapa pelayanan terkait Coronovirus disease 2019 atau COVID -19.

Manfaat itu mulai penyediaan informasi sebagai upaya edukasi dan kesiapsiagaan hingga berkonsultasi secara interaktif atau online.

Melalui layanan yang diakses secara online dengan perangkat gawai dan computer, berbagai informasi penting dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, seperti contoh cuci tangan yang benar, etika batuk maupun physical distancing.

Di samping itu, layanan ini membantu pemerintah dalam memberikan informasi COVID-19 yang benar sehingga masyarakat dapat mengantisipasi berita palsu (hoaks) maupun mengurangi kepanikan.

Manfaat penting lainnya yaitu pemberian informasi mengenai tingkat risiko warga terhadap COVID-19.

"Melalui layanan ini, masyarakat dapat meminimalkan kunjungan ke fasilitas kesehatan sehingga isolasi mandiri dan social distancing dapat lebih efektif," ujar Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com.

Petugas kesehatan melayani para peserta pengobatan gratis yang diadakan oleh halodoc di Jakarta, Rabu (6/09/2017). Program pemeriksaan untuk 1.000 orang driver ojek online ini merupakan bagian dari kampanye Indonesia sehat yang dilakukan oleh halodoc. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kesehatan melayani para peserta pengobatan gratis yang diadakan oleh halodoc di Jakarta, Rabu (6/09/2017). Program pemeriksaan untuk 1.000 orang driver ojek online ini merupakan bagian dari kampanye Indonesia sehat yang dilakukan oleh halodoc. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Agus Wibowo mengatakan cara seperti ini diharapkan dapat membantu fasilitas kesehatan untuk lebih fokus terhadap penanganan pasien positif COVID-19.

Bagi masyarakat yang berisiko tinggi pengidap COVID – 19, layanan ini terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat maupun rumah sakit rujukan sesuai dengan protokol resmi pemerintah.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved