Virus Corona

Muhammadiyah: Jenazah Dapat Dimakamkan Tanpa Dimandikan dan Dikafani

Haedar menyebut penanganan dan perawatan pasien covid-19 dilakukan berdasarkan protokol kesehatan, yakni Keputusan Menteri Kesehatan

Muhammadiyah: Jenazah Dapat Dimakamkan Tanpa Dimandikan dan Dikafani
Situs Resmi Muhammadiyah
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyoroti soal penanganan jenazah pasien virus corona.

Hal ini menanggapi soal adanya peristiwa di Kolaka, Sulawesi Tenggara, di mana keluarga nekat membuka plastik jenazah pasien covid-19.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dalam surat edaran nomor 02/EDR/I.0/E/2020 tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Covid-19, dijelaskan di sana terkait penanganan jenazah.

Haedar menyebut penanganan dan perawatan pasien covid-19 dilakukan berdasarkan protokol kesehatan, yakni Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 300/Menkes/SK/IV/2009 tentang Pedoman Penanggulangan Episenter Pandemi Influenza.

Baca: Kurang Dari 24 Jam, Penyebar Berita Bohong Security Terkena Virus Corona Diringkus Polisi

"Apabila dipandang darurat dan mendesak, jenazah dapat dimakamkan tanpa dimandikan dan dikafani, dalam rangka menghindarkan tenaga penyelenggara dari paparan covid-19," kata Haedar dalam surat edaran yang diterima, Kamis (26/3/2020).

Kewajiban memandikan dan mengafani jenazah, dikatakan Haedar, adalah hukum kondisi normal.

"Sedangkan dalam kondisi tidak normal dapat diberlakukan hukum darurat," lanjutnya.

Pertimbangan tersebut, dikatakan Haedar, mengacu pada hukum-hukum syariah, bahwa Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sejauh yang mampu dilakukannya.

Baca: Truk Tabrak 7 Kendaraan Hingga Menewaskan 2 Orang yang Berdiri di Pinggir Jalan

"Apa yang diperintahkan Nabi SAW dilaksanakan sesuai dengan kemampuan, tidak ada kemudaratan dan pemudaratan, kemudaratan harus dihilangkan, kesulitan memberikan kemudahan, keadaan mendesak dipersamakan dengan keadaan darurat, dan kemudaratan dibatasi sesuai dengan kadarnya, dan mencegah mudarat lebih diutamakan daripada mendatangkan maslahat," pungkas Haedar.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved