Virus Corona

Raja dan Ratu Malaysia Dikarantina Gara-gara Sejumlah Staf Istana Dinyatakan Positif Corona

Raja dan Ratu Malaysia ditempatkan di bawah karantina, setelah tujuh staf istana dinyatakan positif mengidap virus corona (Covid-19).

Raja dan Ratu Malaysia Dikarantina Gara-gara Sejumlah Staf Istana Dinyatakan Positif Corona
Malay Mail
Lalu lintas di jalan raya Kuala Lumpur Malaysia tampak lengang pascadiberlakukannya sistem penguncian (lockdown) secara nasional akibat virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Raja dan Ratu Malaysia ditempatkan di bawah karantina, setelah tujuh staf istana dinyatakan positif mengidap virus corona (Covid-19).

Dalam sebuah pernyataan, Kamis (26/3), Istana Negara Malaysia menyebutkan, ketujuh anggota staf saat ini menerima perawatan di Rumah Sakit Kuala Lumpur. Mereka dalam kondisi stabil.

Kementerian Kesehatan Malaysia saat ini mengidentifikasi sumber infeksi virus corona para anggota staf istana kerajaan tersebut.

Pengawas keuangan Rumah Tangga Kerajaan Malaysia Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan, raja dan ratu telah mengikuti tes di Istana Negara dan dinyatakan negatif Covid-19.

Baca: Bacaan Niat Puasa Syaban 1441 H, Bisa Dibaca Malam & Siang Hari, Berikut Hikmah dan Keutamaannya

Baca: Ada 20 Kasus Virus Corona Baru di Jakarta Hari Ini, Totalnya Kini Capai 495 Kasus

"Setelah ini, Yang Mulia sekarang melakukan karantina sendiri selama 14 hari, mulai kemarin (Rabu)," tambahnya seperti dikutip Channel News Asia.

Istana dalam pernyataannya juga menyebutkan semua kontak dekat dan anggota staf yang relevan telah diinstruksikan untuk mengikuti tes Covid-19.

Baca: Pengakuan Predator Asal Lamongan, Cabuli Para ABG di Tuban Karena Dendam

"Untuk memastikan bahwa paparan virus dapat dikendalikan dan diatasi di Istana Negara, semua kontak dekat dan anggota staf yang relevan telah diinstruksikan untuk karantina selama 14 hari," demikian pernyataan tersebut.

Raja telah disarankan untuk tidak bertemu dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada pertemuan mingguan pra-kabinet yang dijadwalkan pada Rabu pekan depan dan semua sesi berikutnya sampai situasi pandemi berakhir.

Sekarang ada hampir 1.800 kasus positif virus corona di Malaysia, dengan 21 kematian.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah mengumumkan perintah penguncian yang diberlakukan mulai 18 Maret hingga 31 Maret, kini telah diperpanjang dua minggu hingga 14 April.

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved