Virus Corona

Sandiaga: Bukan Saatnya Pemerintah Pusat dan Daerah Silang Pendapat Soal Lockdown

Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah harus menetapkan mana daerah yang rawan terpapar virus corona (zona merah) berdasarkan data dari Kemenkes

Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno mengatakan bahwa saat ini bukan saatnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat silang pendapat soal perlu tidaknya melakukan karantina total (lockdown). 

Yang terpenting saat ini adalah mengutamakan keselamatan masyarakat.

"Ini bukan saatnya pemerintah daerah dan pemerintah pusat silang pendapat. Menurut saya kita gunakan data-data, kita harus utamakan keselamatan masyarakat," kata Sandi melalui telekonferensi,  Kamis, (25/3/2020).

Baca: Pangeran Charles Masih Bekerja dengan Semangat Tinggi, Padahal Sudah Divonis Positif Corona

Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah harus menetapkan mana daerah yang rawan terpapar virus corona (zona merah) berdasarkan data dari Kemenkes atau BNPB.

"Kalau sudah zona merah harus diupayakan langkah pembatasan yang lebih disiplin dengan menurunkan tentu aparat, seperti Satpol PP, untuk mengingatkan kita. Dishub juga bisa diturunkan untuk memantau ini," kata Sandiaga.

Baca: Perjuangan Perawat Pasien Corona: Titip Anak ke Orang Tua hingga Mandi keringat saat Kenakan APD

Apabila pembatasan tersebut menganggu perekonomian masyarakat, maka menurut Sandiaga, pemerintah harus hadir memberikan bantuan.

"Bagi saya, enggak ada kompromi. Mestinya keselamatan masyarakat yang diutamakan," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved