Breaking News:

Virus Corona

Akankah Covid-19 Hilang saat Musim Panas? Ini Penjelasn Peneliti

Sempat muncul perbincangan publik mengenai penyebaran virus corona yang diklaim akan melambat saat musim panas di belahan bumi utara.

pixabay.com
Ilustrasi virus penyakit 

Lebih jauh, studi ini menunjukkan hubungan erat antara kondisi suhu dan kelembaban yang mempengaruhi penyebaran covid-19 antara 22 Januari hingga 21 Maret 2020.

Ditemukan, sebagian besar kasus infeksi covid-19 dikembangkan di tempat-tempat dengan suhu kisaran 4-10 derajat celcius.

Setelah 10 Maret 2020, lonjakan kasus infeksi tercatat dalam suhu rata-rata di bawah 18 derajat celcius.

Namun, para penulis surat kabar menentang generalisasi temuan MIT.

Baca: Ibu & Ayah Meninggal karena Corona dalam Waktu 2 Hari, Adik Positif, Eva Justru Dipersulit Tes Swab

Baca: MUI Keluarkan Fatwa tentang Salat untuk Petugas Medis Saat Tangani Pasien Virus Corona

Ilustrasi virus corona 12
Ilustrasi virus corona 12 (Freepik)

Menurut para penulis, tidak mungkin mengklaim 2019-nCoV tidak akan menyebar ke daerah yang lembab dan hangat.

Untuk diketahui, di wilayah Asia Tenggara, yang cenderung memiliki iklim tropis sudah mencatat lebih dari 2.530 kasus infeksi.

Dengan angka kematian mencapai 79 korban.

Baca: Begini Alur Pasien di RS Darurat Virus Corona Wisma Atlet Kemayoran

Baca: Kabar Baik, Sosiolog Imam Prasodjo Sebut Rapat dengan Banyak Pengusaha Bahas Sumbangan Corona

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved