Virus Corona

Dampak Wabah Corona, Kadin DKI Sebut Perekonomian Jakarta Turun 60 Persen

Dampak dari penyebaran virus corona, perekonomian di DKI Jakarta turun 60 persen. Sektor pariwisata paling terdampak.

WARTA KOTA/WARTA KOTA/Nur Icshan
TETAP RAMAI - Beginilah suasan sejumlah ruas jalan di ibukota yang tetap ramai oleh lalu lalang kendaraan warganya yang tetap beraktifitas keluar rumah meski terancam bahaya Virus Corona, Senin (23/3/2020). Mereka tampaknya tak menghiraukan seruan gubernur untuk tetap tinggal di rumah serta menghentikan sementara kegiatan perkantoran untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. WARTA KOTA/Nur Icshan 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka kasus virus corona atau Covid-19 DKI Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data per hari Jumat (27/3/2020) pukul 08.00 WIB, ada 524 kasus terkonfirmasi positif corona.

Pemprov DKI juga telah memberlakukan pembatasan interaksi sosial dengan kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Tempat rekreasi dan hiburan ditutup, transportasi publik pun dibatasi.

Baca: UPDATE Virus Corona Global, Jumat 27 Maret 2020 Malam: Jumlah Infeksi AS Kalahkan China

Imbasnya, terjadi penurunan sektor ekonomi di Jakarta sebanyak 60 persen.

"Kalau penurunan (ekonomi) 60 persen sudah," ujar Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2020).

Baca: Pemerintah Siapkan Kebijakan Agar Masyarakat Tidak Mudik Lebaran Selama Covid-19 Belum Teratasi

Meski begitu ia tidak merinci berapa angka penurunan perekonomian tersebut.

Diana hanya menjelaskan bidang yang paling terdampak adalah pariwisata.

Disusul sektor perhotelan dan restoran yang terdampak karena adanya kebijakan work from home (WFH) atau pembatasan interaksi sosial.

Halaman
1234
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved