Sabtu, 30 Agustus 2025

Virus Corona

Imbau Warga untuk Tidak Mudik, Ganjar Pranowo: Jangan Pulang Ingin Bahagia Tapi Bawa Celaka

Untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) yang berkepanjangan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga perantau untuk tidak mudik.

Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
/
Untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) yang berkepanjangan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga perantau untuk tidak mudik.(Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM - Untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) yang berkepanjangan, Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga perantau untuk tidak mudik.  

Ganjar pun meminta para warga untuk dapat memahami situasi saat ini serta menjadikan pelajarang kasus-kasus sebaran virus corona yang telah terjadi di beberapa wilayah di Jakarta.

Menurutnya, beberapa pasien yang terkonfirmasi positif corona di wilayah Jawa Tengah sempat berpergian dari luar kota.

Baca: Gubernur Ganjar Bantah Kota Tegal Lockdown, Tepatnya Isolasi Kampung

"Kami mengimbau, meminta, membantu kita semuanya untuk sadar penuh dari diri kita," kata Ganjar, seperti yang dilansir Tribunnews.com dari tayangan langsung di kanal Youtube Kompas TV, Jumat (27/3/2020) sore.

"Karena kasus yang tejadi di Jawa Tengah, mulai dari yang meninggal di Solo, kasus positif di Purbalingga, kota Tegal yang hari ini diperbincangkan orang, itu mereka berasal dari Bogor, Jakarta," sambungnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Hermawan Handaka/Tribun Jateng)

Oleh karena itu, untuk memutus rantai penularan virus corona, Ganjar pun mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung.

"Mari kita tahan di tempat masing-masing agar tidak bergerak, jangan kita pulang ingin bahagia kemudian membawa celaka," kata Ganjar.

Ganjar pun berharap masyarakat mampu menahan diri demi keamanan bersama.

"Tahan diri di sana karena pemerintah menyiapkan konsep jaring pengaman sosial, berapa lama sih? Mudah-mudahan 1-2 bulan selesailah," ujar Ganjar.

"Katakan kalau 2 bulan selesai ini sakit, ini harus kita tahan, dan harus memberi sesuatu yang lebih kepada orang-orang yang kita cintai dengan cara tidak pulang," lanjutnya.

Update Corona di Indonesia

Perkembangan kasus penularan virus corona di Indonesia terus meningkat setiap harinya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengungkapkan jumlah pasien positif virus corona (COVID-19) di Indonesia naik menjadi 1046 pasien, Jumat (27/3/2020).

Jumlah itu meningkat sebanyak 153 orang, dari jumlah yang dilaporkan sebelumnya, Kamis (26/3/2020). 

Kabar baiknya, Yurianto menambahkan, terdapat 11 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien sembuh bertambah menjadi 46 orang.

Baca: Gejala dan Ciri Corona, Kehilangan Indra Perasa & Penciuman Bisa Jadi Tanda Ada Covid-19 di Tubuh

Baca: WHO Peringatkan Penduduk Dunia soal Tren Pandemi Corona yang Meningkat Pesat

"Ada 11 pasien yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang sehingga total pasien sembuh ada 46," tutur Yuri, dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BNPB, Jumat sore.

Namun, kasus kematian bertambah 9 orang sehingga total pasien meninggal dunia berjumlah 87 orang.

Menurut data sebelumnya, jumlah pasien positif corona terhitung 893 pasien per 26 Maret 2020.

Sedangkan total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 35 orang dan pasien yang meninggal dunia berjumlah 78 orang.

Yurianto mengungkapkan, perningkatan kasus positif corona ini menandakan masih adanya sumber penularan di tengah masyarakat.

"Masih ada penularan di tengah masyarakat kita, masih ada sumber penyakitnya, dan masih ada kontak dekat yang terjadi," kata Yurianto.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk dapat menghindari kontak dekat.

Baca: Achmad Yurianto Minta Warga Segera Periksa jika Terdapat Gejala: Jangan Tebak-tebak Sendiri!

"Hindari kontak dekat, jaga jarak saat melaksanakan komunikasi sosial dengan siapapun, baik di rumah maupun di luar rumah," tegasnya.

Yurianto menyampaikan, saat ini sejumlah masyarakat masih ada yang tidak peduli dengan penularan virus ini.

Mereka pun masih enggan untuk mematuhi anjuran pemerintah agar menjaga jarak.

"Yang masih menjadi keprihatinan, karena banyak yang tidak peduli," ungkapnya.

Sebelumnya, Yurianto juga telah mengingatkan pentingnya untuk jaga jarak serta menjaga kebersihan sebagai langkah dasar pencegahan.

Pasalnya, menurut Yurianto, penyebaran virus corona terjadi akibat adanya kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Baca: Achmad Yurianto Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dalam Penanganan COVID-19

"Kita harus memaklumi bahwa penyebaran penyakit ini terjadi akibat kontak dekat antara orang yang sakit dengan orang yang sehat," kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).

"Oleh karena itu, menjaga jarak dalam setiap kegiatan komunikasi sosial ini menjadi penting," sambungnya.

Menurut Yurianto, setiap orang harus menjaga jarak sekitar dua meter untuk mencegah penularan.

"Droplet atau percikan lendir pada saat orang sakit ini sedang bersin atau batuk itu dapat menyebar dalam radius 1,5 meter. Jarak itu lah yang harus kita jaga, kurang lebih 2 meter," ujar dia.

Yurianto pun berpesan agar semua masyarakat dapat melakukan langkah-langkah pencegahan penularan virus ini.

"Oleh karena itu mari kita jaga, kita saling melindungi siapapun di sekitar kita," tuturnya.

Cara Mencegah Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui laman resminya merilis langkah-langkah cara Mencegah virus corona atau Covid-19.

Secara umum, cara ini tergolong mudah, masyarakat hanya diminta untuk mencuci tangan sesering mungkin.

Namun tidak hanya mencuci tangan sesering mungkin, ada beberapa langkah yang disarankan oleh WHO.

Berikut cara Mencegah Virus Corona atau Covid-19 dari WHO, seperti yang telah dirangkum Tribunnews.com:

1. Mencuci tangan sesering mungkin

Dianjurkan agar selalu mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh.

Bersihkan tangan dengan pembersih berbahan alkohol atau dengan sabun dan air.

Mencuci tangan akan membunuh virus yang mungkin menempel.

2. Pertahankan jarak sosial

Pertahankan jarak setidaknya satu meter (tiga kaki) antara Anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin.

Dijelaskan, ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut.

Kemungkinan besar cairan tersebut mengandung virus.

Jika Anda terlalu dekat, kemungkinan besar Anda akan menghirup tetasan tersebut.

Baca: Cegah Corona, Psikolog Beri Saran Terapkan Social Distancing Tanpa Stres

3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Tangan menyentuh banyak permukaan yang kemungkinan besar sebagai tempat virus.

Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut.

Hal itu membuat virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat Anda sakit.

4. Menutupi mulut dan hidung ketika batuk atau bersin

Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar mengikuti kebersihan pernapasan yang baik.

Caranya dengan menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat batuk atau bersin.

5. Jika demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis

Dianjurkan tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat.

Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu.

Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.

Baca: Cara Virus Corona (Covid-19) Hidup, Berikut Gejala dari Hari ke Hari

Hal tersebut dilakukan karena otoritas nasional dan lokal akan memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda.

Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan dengan cepat mengarahkan Anda ke fasilitas kesehatan yang tepat.

6. Update informasi terkait Covid-19

Update informasi tentang perkembangan terbaru tentang Covid-19.

Ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan.

Otoritas kesehatan publik nasional dan lokal lebih mengerti tentang cara melindungi diri sendiri dan orang lain dari Covid-19

(Tribunnews.com/Widyadewi Metta/Fajar)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan