Virus Corona

Masyarakat Penyandang Disabilitas Kirim Surat ke Presiden Jokowi Minta Perlindungan

Masyarakat Penyandang Disabilitas Indonesia telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Presiden Joko Widodo

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah mahasiswa disabilitas netra yang terusir dari asrama dan kini tinggal di trotoar melakukan perlawanan dengan menggelar unjuk rasa di depan Asrama Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020). Dalam aksinya, mereka menuntut kepada pemerintah untuk mengembalikan hak-hak yang sudah direnggut, hapus Permensos No 18 Tahun 2018 yang menindas penyandang disabilitas, dan mendesak Kemensos untuk menetapkan lembaga Wyataguna sebagai panti dan mengembalikan hak hidup warga Wyataguna. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Penyandang Disabilitas Indonesia meminta pemerintah agar memperhatikan para penyandang disabilitas selama pendemi coronavirus disease (covid)-19.

Masyarakat Penyandang Disabilitas Indonesia telah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Presiden Joko Widodo, pada Kamis (26/3/2020).

"Ini terkait perlindungan penyandang disabilitas mental yang terkurung di panti-panti dari ancaman Covid-19. Terutama panti swasta," kata Yenni Rossa, perwakilan Perkumpulan Jiwa Sehat dan Masyarakat Penyandang Disabilitas Indonesia, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Melalui surat itu, dia menyampaikan, kekhawatiran terhadap kondisi penyandang disabilitas mental yang terkurung di dalam panti-panti sosial.

Baca: Cara Membuat Masker Sendiri di Rumah dari Kain, Mudah dan Murah, Berikut Langkahnya

Pada saat ini, kata dia, ada ribuan penyandang disabilitas mental terkurung di panti-panti sosial di seluruh Indonesia (terutama di Pulau Jawa) baik di panti milik pemerintah, maupun panti swasta.

"Di Jakarta, ada sekitar 3.000 penyandang disabilitas mental yang terkurung di 3 panti sosial milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ada ratusan yang terkurung di panti-panti milik swasta," ujarnya.

Selain itu, dia membeberkan, di Kota dan Kabupaten Bekasi ada ratusan sampai ribuan penyandang disabilitas mental yang terkurung dalam berbagai panti-panti sosial milik swasta.

Kemudian, di Provinsi Jawa Tengah banyak panti-panti swasta yang melakukan pemasungan dengan menggunakan rantai terhadap penghuninya.

Dia mengungkapkan kondisi penyandang disabilitas mental terutama yang berada di panti-panti swasta ini sangat rentan. Mereka tinggal berdesakan dalam sel/bangsal yang dihuni hingga 50 (lima puluh) orang.

Baca: Satu Pasien Covid-19 Rujukan Meninggal, Ini Pernyataan RS National Hospital

Di beberapa tempat, mereka tidur, istirahat, buang air besar/kecil di tempat yang sama. Selain itu nutrisi yang penghuni panti dapatkan tidak memadai sehingga memperburuk kondisi kesehatan mereka, terlebih lagi banyak dari mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved