Virus Corona

Mengintip Kebijakan Lockdown Malaysia: Isolasi Ketat Dua Desa dengan Kasus Terbanyak selama 14 Hari

Pemerintah Malaysia akan mengisolasi terpisah dan membatasi secara ketat lebih dari 3.500 warga di Kluang, Johor mulai Kamis (26/3/2020).

GOH CHAI HIN / AFP
Pembeli membeli produk segar di pasar pada hari ketiga lockdown sebagian di Malaysia di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona COVID-19 di Penang pada 20 Maret 2020. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Malaysia akan mengisolasi terpisah dan membatasi secara ketat lebih dari 3.500 warga di Kluang, Johor mulai Kamis (26/3/2020).

Ini dilakukan pemerintah menyusul adanya dua desa di sana yang memiliki angka infeksi Covid-19 sangat tinggi.

Dilansir Straits Times, penduduk terdampak itu berasal dari Kampung Dato Ibrahim Majid dan Bandar Baharu Dato Ibrahim Majid.

Kini mereka tidak diizinkan untuk keluar dari wilayah isolasi sampai 9 April mendatang.

Sama halnya dengan pihak luar desa tersebut tidak boleh memasuki area karantina.

Baca: Sempat Ke Malaysia, Seorang Dokter di Padang Kini Jadi Pasien Positif Covid-19

Baca: Baru Tiba dari Malaysia, YHT Ditolak Pemilik Kos, Khawatir Bawa Virus Corona

Menurut Menteri Pertahanan, Ismail Sabri Yaakob, total 61 dari 83 kasus Covid-19 di kabupaten Kluang berasal dari dua desa ini.

Sehingga mau tidak mau pemerintah harus melakukan lockdown pada dua desa ini.

Kontrol aktivitas ditingkatkan dengan menutup semua pertokoan di daerah tersebut.

Sehingga kini aktivitas penduduk setempat hanya terbatas pada lingkup rumah saja.

Departemen Kesejahteraan Negara akan menyediakan makanan bagi penduduk selama dua pekan atau 14 hari.

Halaman
1234
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved