Breaking News:

Virus Corona

Berapa Hari Masa Inkubasi Covid-19? Ini Kata Peneliti

Pandemi virus corona yang terus meluas membuat kekhawatiran di masyarakat, masa inkubasi Covid-19 bisa hanya lima hari.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona | Covid-19 

TRIBUNNEWS.COM - Masa inkubasi Covid-19 ternyata butuh waktu sekitar 5 hari.

Pasalnya, Covid-19 ini tidak secara langsung menunjukkan gejala pada tubuh pasien yang terinfeksi.

Dilansir bbc.com, dibutuhkan rata-rata lima hari bagi orang untuk mulai menunjukkan gejala coronavirus.

Hal ini telah dikonfirmasi para ilmuwan.

Penyakit Covid-19, yang dapat menyebabkan demam, batuk, dan masalah pernapasan ini telah menyebar hampir di seluruh dunia.

 

Tim peneliti dari Amerika Serikat menganalisis kasus-kasus yang berasal dari Tiongkok dan negara-negara lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang penyakit ini.

Kebanyakan orang yang terinfeksi Covid-19 akan mengalami gejala pada atau sekitar hari kelima.

Para peneliti menyarankan orang-orang yang memiliki gejala ataupun tidak, untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran ke orang lain.

Baca: Cegah Corona, Wawali Bogor Desak Jakarta Lockdown: Tak Ada Artinya kalau DKI Tak Lakukan Pembatasan

Baca: RSPI Sulianti Saroso Hingga Saat Ini Sudah Merawat 94 Pasien Corona, 42 Positif Covid-19 dan 52 PDP

Dikutip dari thesun.co.uk, sebuah studi baru dari Sekolah Kesehatan Publik Johns Hopkins Bloomberg di Amerika Serikat menemukan rata-rata periode inkubasi adalah 5 hari.

Para peniliti mengatakan hampir 97,5 persen dari mereka yang terjangkit, menunjukkan gejala dalam 11-12 hari setelah terinfeksi.

Namun, para ahli mengatakan ada sedikit bukti yang menunjukkan orang dapat menyebarkan virus tanpa menunjukkan gejala.

Virus corona pada manusia yang menyebabkan pilek, memiliki masa inkubasi rata-rata sekitar tiga hari.

Para peneliti melakukan analisis laporan berita, laporan kesehatan masyarakat, dan siaran pers yang mencakup informasi tentang kemungkinan tanggal pemaparan serta kapan gejala dimulai.

Mereka menyimpulkan kerangka waktu isolasi diri oleh badan kesehatan NHS memang langkah yang masuk akal.

Beberapa orang yang telah terinfeksi, diminta menjauh dari orang lain selama dua minggu atau mengisolasi diri untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Para penganalisa mengatakan waktu karantina tersebut masuk akal, namun beberapa kasus mengalami gejala setelah periode karantina selesai.

Perkiraan itu diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, yang menuliskan analisa 101 dari setiap 10.000 kasus akan mengalami gejala setelah 14 hari pemantauan aktif atau karantina.

Justin Lessler, seorang profesor di Departemen Epidemiologi Bloomberg School mengatakan, "Berdasarkan analisis kami terhadap data yang tersedia untuk umum, rekomendasi saat ini 14 hari untuk pemantauan aktif atau karantina adalah masuk akal, meskipun dengan periode itu beberapa kasus akan terlewatkan jangka panjang."

Namun, para ahli telah memperingatkan penelitian ini memang memiliki keterbatasan, seperti mengasumsikan seseorang menjadi terinfeksi sejak mereka berhubungan dengan virus.

Profesor Jonathan Ball, Profesor Virologi Molekuler, Universitas Nottingham mengatakan, “Kita harus mengakui bahwa model yang mereka gunakan untuk memperkirakan periode inkubasi membuat asumsi utama, dan mungkin asumsi yang paling mungkin berdampak pada data mereka adalah bahwa seseorang menjadi terinfeksi segera setelah mereka kontak dengan virus."

"Ini bisa saja tidak benar, titik waktu infeksi yang sebenarnya mungkin lebih lama, namun dengan asumsi infeksi terjadi pada tanggal yang lebih awal akan membuat periode inkubasi tampak lebih lama."

Dr Ball menambahkan, "Seperti yang ada, ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa masa karantina atau isolasi diri selama 14 hari tidak cocok."

"Juga, ada sedikit jika ada bukti bahwa orang dapat secara rutin menularkan virus selama periode tanpa gejala."

Menurut NHS dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala paling umum dari infeksi coronavirus biasanya, berikut tiga gejala yang harus diwaspadai:

- Batuk

- Suhu tinggi

- Sesak napas

Beberapa pasien mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Namun gejala-gejala tersebut biasanya terjadi secara bertahap.

Bisa saja orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Menurut WHO, sekitar satu dari setiap enam yang mengidap Covid-19 menjadi sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.

Orang yang lebih tua dan memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, jantung atau diabetes, lebih berisiko.

Gejala virus corona termasuk pneumonia dan pembengkakan di paru-paru, bisa menyulitkan paru-paru untuk mengalirkan oksigen ke aliran darah yang menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

Pneumonia berat dapat membunuh orang dengan menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan.

Orang yang mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas harus segera mendapatkan penanganan medis.

(Tribunnews.com/Yurika Nendri)

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved