Virus Corona

Hingga Selasa Pemprov DKI Catat 18 Ribu Warganya Jalani Rapid Test: 1,7 Persen Positif Virus Corona

Hasilnya, 299 orang terkonfirmasi positif COVID-19 atau 1,7 persen, sedangkan 17.778 dinyatakan negatif.

Warta Kota/Alex Suban
Anggota TNI berjaga di depan Masjid Jami Kebon Jeruk, Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (28/3/2020). Sebanyak 183 orang, 78 di antaranya WNA diisolasi di dalam masjid setelah diketahui ada 3 orang yang positif terpapar virus corona (Covid-19) usai dilakukan rapid test Covid-19, Kamis (26/3) lalu. Para jemaah itu dinyatakan berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Warta Kota/Alex Suban 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Selasa (31/3) kemarin, 18.077 orang telah menjalani rapid test.

Hasilnya, 299 orang terkonfirmasi positif COVID-19 atau 1,7 persen, sedangkan 17.778 dinyatakan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menjelaskan rapid test diprioritaskan kepada mereka yang berisiko tinggi menular atau tertular virus corona.

Seperti tenaga medis, mereka yang punya riwayat kontak dengan PDP maupun ODP, serta pasien konfirmasi COVID-19.

Baca: Menkumham: Pembebasan 30.000 Narapidana dan Anak Berdasarkan Aturan Hukum

Adapun jenis rapid test yang digunakan Pemprov DKI adalah memakai darah lipat siku (whole blood) alias serum. Yakni cairan di atas bekuan darah yang bertindak sebagai antibodi atau sistem pertahanan tubuh.

"Darah tersebut perlu diputar di dalam tabung centrifuge dengan menunggu selama 15 menit, sehingga menghasilkan serum. Kemungkinan positif terhadap penyakit pun lebih tinggi daripada darah yang diteteskan langsung," ungkap Widyastuti dalam siaran pers Pemprov DKI, Rabu (1/4/2020).

Baca: Lebih dari 4.000 Warga Jakarta Selatan Jalani Rapid Test, 37 Positif Virus Corona

Lebih lanjut jika hasil tes menyatakan pasien positif virus corona, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter selama menunggu hasil PCR.

Sedangkan jika hasil rapid test negatif, pasien diminta untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari. Lalu kembali menjalani rapid test pada haru ke-7 - 10 sejak test awal dilakukan.

Diketahui Pemprov DKI sudah mendistribusikan 164 ribu alat rapid test COVID-19 ke 100 fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Jakarta. Alat tersebut sebelumnya diberikan oleh Gugus Tugas Nasional COVID-19 pada 23 Maret 2020.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved