Virus Corona

Legislator PDIP Nilai Anggaran Rp405,1 Triliun untuk Tangani Corona Logis tapi Harus Diawasi

Menurutnya, Rp405,1 triliun bukan angka kecil. Karena itu, ketetapan dalam membelanjakan anggaran tersebut sangat penting.

Reza Deni/Tribunnews.com
Foto ilustrasi Paripurna DPR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah telah mengalokasikan penambahan anggaran belanja dalam APBN sebesar Rp405,1 triliun. Penambahan anggaran belanja tersebut ditujukan untuk penanganan Covid-19.

Anggota Komisi IX DPR fraksi PDIP Nabil Haroen mengatakan pemerintah tentu memiliki banyak pertimbangan juga telah melakukan kalkulasi hingga kemudian muncul alokasi dana sebesar Rp405,1 triliun tersebut.

"Sejauh ini, saya percaya hitung-hitungan pemerintah dalam situasi krisis ini. Saya kira banyak pertimbangan yang menjadi rujukan sebelum pengambilan keputusan," kata dia kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).

Baca: Juventus Dikabarkan Rekrut Marcelo dari Real Madrid

Menurutnya, Rp405,1 triliun bukan angka kecil. Karena itu, ketetapan dalam membelanjakan anggaran tersebut sangat penting.

Baca: Meghan Markle dan Harry Tanggapi Cuitan Donald Trump, Berniat Tak Minta AS Danai Keamanan Mereka

"Rp405,1 triliun ini bukan angka yang sedikit. Tapi uang berapapun yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 juga akan sia-sia jika tidak ada prioritas atau salah langkah," ucapnya.

Nabil meminta anggaran tersebut harus dikawal oleh semua pihak.

Dengan demikian, Rp405,1 triliun tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menanggulangi Covid-19 di Tanah Air.

"Banyak negara-negara besar dan modern yang tumbang oleh krisis ini, kita bisa melihat apa yang terjadi di Italia dan sebagian negara Eropa. Mereka punya tantangan besar, yang beda-beda tiap negara. Jadi angka Rp405,1 itu angka logis, yang harus dikawal bersama agar manfaatnya maksimal," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasannya.

Dengan demikian, pemanfaatan anggaran yang sudah disiapkan tersebut dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

"Pengawalan dalam situasi krisis ini sifatnya kan extraordinary, kami dari Komisi IX DPR RI akan koordinasi dengan instansi dan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah terbaik dalam pengawalan anggaran. Yang jelas, berada pada situasi yang membutuhkan kecepatan gerak sekaligus pengawasan detail dan cermat agar anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini tepat sasaran," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan tambahan belanja dan pembiayaan APBN untuk penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia sebesar Rp 405, 1 triliun.

Tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan kepada sejumlah sektor belanja.

"Total anggaran tersebut akan dialokasikan 75 triliun belanja bidang kesehatan, 110 triliun untuk perlindungan sosial, 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat dan 150 triliun untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan dan pembiayaan dunia usaha khususnya terutama UMKM," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved