Virus Corona

Pro-Kontra Mudik di Tengah Pandemi Corona, Tahan Diri Tunggu Situasi Normal

Menurut dia, corona dapat menyebar karena tingginya mobilitas manusia terutama apa yang terjadi pada saat aktivitas mudik.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sejumlah warga melakukan aktivitas berjemur di atas rel Kampung Buaran, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (3/4/2020). Kabarnya berjemur panas matahari di jam-jam tertentu dapat menangkal virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebijakan Presiden Joko Widodo memutuskan tak melarang aktivitas mudik pada libur Hari Raya Idul Fitri 2020/1441 Hijriah menimbulkan pro dan kontra.

Hal ini, karena kebijakan mempersilakan mudik membuat adanya gelombang perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain dalam satu waktu. Sehingga, dikhawatirkan akan semakin menyebarkan coronavirus disease (covid)-19.

"Dengan kita tidak kembali ke kampung halaman sementara waktu berarti kita sudah membantu memutus rantai penyebaran corona," kata Sekjen Komunitas Perantau Asal Sumatera Selatan Alie Pradana Kharisma, saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

Baca: 3 Aksi Konyol di Tengah Pandemi Virus Corona, Termasuk Pakai Kostum T-Rex di Bandara

Menurut dia, corona dapat menyebar karena tingginya mobilitas manusia terutama apa yang terjadi pada saat aktivitas mudik.

Apalagi, kata dia, pemudik menggunakan sarana transportasi massal.

"Kita tidak tahu bertemu dengan orang di jalan apalagi menggunakan transportasi massal," kata dia.

Sehingga, dia menilai, tidak melakukan rutinitas tahunan itu dapat mengurangi risiko penyebaran corona.

Baca: Sempat Ikut Rapid Test, Bupati Morowali Utara Meninggal dan Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

"Kita tidak tahu siapa orang-orang di sekitar kita yang barangkali sudah terinfeksi virus tersebut. Bisa saja kita tidak mengalami gejala tapi kita terpapar virus ini," ujarnya.

Atas dasar itu, dia menyarankan, agar aktivitas mudik ditunda untuk sementara waktu sampai situasi dan kondisi kembali normal.

"Jadi, sayangi diri dan keluarga dari bahaya ini. Tunggu dulu hingga keadaan sudah normal dan bisa kembali dengan sehat ke kampung halaman," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi ) enginstruksikan jajaran menterinya untuk membuat skenario arus mudik yang komprehensif.

Hal itu disampaikan presiden dalam rapat terbatas lanjutan via telekonferensi mengenai antisipasi mudik 2020 pada Kamis, (2/4/2020).

Skenario tersebut menurut presiden untuk menenangkan masyarakat. Misalnya dengan mengganti hari libur nasional di hari lain, untuk libur hari raya.

Skenario mudik tersebut harus disusun dari hulu sampai hilir. Tujuannya agar masyarakat tetap tenang di tengah Pandemi Corona.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved