Virus Corona

Anak Belajar dari Rumah Selama Wabah Covid-19, Arist Merdeka: Kesempatan Ubah Pola Asuh Otoriter

Arist Merdeka Sirait mengimbau para orang tua menjadikan masa belajar di rumah sebagai kesempatan mengubah pola asuh otoriter.

Instagram.com/lpakotabekasi/
Ketua LSM Lembaga Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait 

TRIBUNNEWS.COM - Untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19), pemerintah menganjurkan masyarakat untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Sejak kebijakan tersebut diterapkan, pembelajaran anak-anak usia sekolah pun dijalankan dari rumah masing-masing.

Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, menyampaikan masa-masa sekolah berbasis rumah ini harus dapat dimanfaatkan oleh orang tua untuk meningkatkan kedekatan pada anak.

Selain itu, sebagai bagian dari komisi yang bertugas memberikan pembelaan dan perlindungan bagi anak Indonesia, Arist pun meminta secara tegas agar para orang tua di Indonesia dapat menciptakan rumah yang ramah dan bersahabat dengan anak.

Baca: Tips untuk Orang Tua Agar Anak Betah di Rumah Saat Pandemi Covid-19

Arist pun mendorong para orang tua untuk menjadikan momen ini sebagai kesempatan mengubah pola asuh otoriter menjadi pola asuh yang mengedepankan proses dialogis serta partisipatif.

"Inilah kesempatan bagi orang tua untuk semakin dekat dengan anak dan mengubah paradigma pola pengasuhan yang otoriter menjadi pola pengasuhan yang mengedepankan dialogis dan partisipatif," kata Arist dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020) pagi.

Arist menambahkan, anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah juga sebaiknya dimanfaatkan orang tua untuk merajut komunikasi yang lebih baik dengan anak.

Dengan demikian, diharapkan kebijakan sekolah berbasis rumah dapat berjalan efektif dan menguatkan ketahanan keluarga.

Ketua LSM Lembaga Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait
Ketua LSM Lembaga Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait (Instagram.com/lpakotabekasi/)

"Kesempatan bagi orang tua untuk membangun kedekatan antara anak dan orangtua, saling membagi, saling membantu bercengkrama, bermain dan menjadikan anak sebagai sahabat orang tua," tutur Arist.

"Sehingga kebijakan sekolah berbasis rumah dapat berjalan efektif dan dengan sendirinya terjadi penguatan atas ketahanan keluarga," sambungnya.

Halaman
1234
Penulis: Widyadewi Metta Adya Irani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved