Rabu, 3 Juni 2026

Virus Corona

Banyak Karyawan Hotel Dirumahkan, PHRI Semarang Upayakan Tetap Beri Sembako

PHRI Kota Semarang mengungkapkan tetap mengupayakan pemberian sembako bagi karyawan yang dirumahkan karena dampak covid-19 atau virus corona.

Tayang:
booking.com
Ilustrasi hotel 

TRIBUNNEWS.COM - Industri perhotelan menjadi sektor yang sangat terdampak pandemi covid-19 atau virus corona.

Ribuan hotel di seluruh Indonesia tutup sementara lantaran sangat minimnya tamu.

Akibatnya, banyak hotel yang mengambil langkah untuk merumahkan karyawan hingga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Semarang mengungkapkan tetap mengupayakan pemberian sembako bagi karyawan yang dirumahkan.

"Meski di tengah krisis, PHRI Semarang tetap berupaya memberikan sembako untuk kawan-kawan yang dirumahkan," ujar Wakil Ketua PHRI Jawa Tengah, Benk Mintosih kepada Tribunnews, Jumat (3/4/2020).

Baca: Dampak Virus Corona untuk Wisata di Bali, Okupansi Hotel Terus Menurun

Baca: Sejumlah Hotel di Medan Ditutup Sementara untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Pemerintah Kota Semarang pun disebut Benk turut memberikan perhatian pada dirumahkannya sejumlah karyawan hotel.

"Pak Wali Kota Semarang juga udah tanya ada berapa karyawan yang dirumahkan, artinya kepedulian beliau bikin adem," ujarnya.

Benk menilai, industri hotel di tengah pandemi covid-19 mengalami keterpurukan.

Data PHRI menunjukkan, setidaknya sudah ada tujuh hotel di Semarang yang tutup sementara.

"Perhotelan bener-bener sedang tiarap," ujarnya.

Benk menyebut, kebanyakan hotel hanya terisi sekitar 10 tamu.

"Katakan ada 260 kamar hotel cuma 10 yang terisi, dari mana cara mengcovernya," ujarnya.

Benk mencontohkan, di Semarang Jawa Tengah ada hotel dengan 250 kamar hanya lima sampai delapan kamar yang terisi.

"Sudah sembilan hari ini seperti ini," ungkapnya.

Sementara itu data yang didapatkan Benk, di Kota Solo tingkat hunian bahkan hanya mencapai lima persen.

"Kalau di Bali bahkan ada yang nol," ujarnya.

Secara nasional, PHRI mencatat lebih dari 1.000 hotel di indonesia terdampak pandemi corona.

Banyak hotel yang terpaksa mengistirahatkan pegawai, cuti tanpa gaji, hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Hingga 1 April 2020, data PHRI mencatat ada 1.139 hotel yang tutup sementara.

Baca: Kemenag Terbitkan Surat Edaran Aturan Penggunaan Asrama Haji untuk Perawatan Pasien Corona

Bahkan, sudah ada 1.174 hotel yang terpaksa melakukan cuti dan/atau melakukan PHK.

Benk mengungkapkan bisnis perhotelan mulai merasakan dampak pandemi corona pada pertengahan bulan Maret 2020.

"Memang nggak ada tamu, terutama sejak tanggal 15-16 Maret mulai parah secara nasional," ujar Benk.

Benk mengatakan, Bali dan Batam menjadi daerah yang merasakan dampak paling awal.

"Tapi mulai pertengahan Maret sudah mulai merata," ujarnya.

Benk mengungkapkan, yang terkena imbas pertama adalah para tenaga harian.

Seperti roomboy, waiter, cook helper, hingga petugas keamanan.

"Tenaga harian ini kan dipekerjakan saat hotel ramai saja," ujarnya.

Namun, saat ini karyawan tetap pun sudah terdampak.

"Ada yang sehari masuk sehari libur, tergantung kebijakan hotel," ujarnya.

Sudah Lakukan Penghematan

Benk mengungkapkan, hotel sudah melakukan berbagai macam cara untuk melakukan penghematan.

"Hotel-hotel sudah juara lah kalau disuruh menghemat," ungkapnya.

Menurutnya, manajemen harus melakukan komunikasi dengan karyawan untuk mengambil sikap.

"Tidak bisa tidak harus diskusi sama karyawan, agar bisa menyikapi secara bijaksana," ujarnya.

Benk mengakui sudah banyak hotel yang menerapkan cuti tanpa gaji pada karyawannya.

"Bukan hanya karyawan bawah, cuti tanpa gaji juga berlaku untuk karyawan atas, tidak di-PHK, tapi diistirahatkan dulu," ungkapnya.

Baca: Alat Tes Corona Minim, Ridwan Kamil Duga Kasus Covid-19 di Indonesia Sudah Berlipat-lipat

Benk menilai, banyak hotel yang mengandalkan operasional bulan Maret dari hasil bulan Januari dan Maret.

"Tapi kalau April masih kaya gini, kukutnya makin banyak lagi," ungkapnya.

Benk mengakui banyak manajer-manajer hotel yang harus ikhlas untuk ditunda pembayaran gajinya.

"Manajer-manajer juga harus dikasih pengertian, masuk tapi digaji kapan-kapan. Kalau karyawan kan gak bisa," ungkapnya.

Namun Benk juga mengungkapkan masih ada karyawan yang masih menuntut agar tetap digaji.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved