Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

Gejala Virus Corona dan Perbedaannya dengan Flu Biasa, Begini Penjelasannya

Apa saja gejala virus corona dan perbedaannya dengan flu serta bagaimana cara mengidentifikasinya?

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Info Corona 

TRIBUNNEWS.COM - Virus corona atau Covid-19 dapat menimbulkan gejala penyakit pernapasan ringan hingga berat.

Selain itu, beberapa pasien juga mengalami gejala demam disertai batuk yang mirip dengan gejala flu.

Kedua jenis penyakit ini sebenarnya berbeda, namun memiliki gejala yang mirip dan mungkin sulit untuk dideteksi.

Berikut ini Tribunnews.com rangkum apa saja gejala virus corona dan perbedaannya dengan flu serta bagaimana cara mengidentifikasinya, dilansir Boldsky.com, Sabtu (4/4/2020):

Virus Corona

Virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan berbagai penyakit mulai dari yang ringan sampai yang parah dan bahkan kematian.

Baca: Tembus 1 Juta Kasus, Kenali Gejala-gejala Virus Corona atau Covid-19

Baca: 30 Gambar Poster Corona atau Covid-19 yang Bisa Dibagikan untuk Bahan Edukasi

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah dua virus corona lain yang jauh lebih parah sebelumnya.

1. Gejala Virus Corona

Virus corona menyebabkan gejala seperti demam, batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, hidung tersumbat, sakit kepala, dan sesak napas yang mungkin muncul dalam 2-14 hari setelah terpapar.

Namun, sebuah penelitian telah menunjukkan median masa inkubasi virus adalah 5 hari.

2. Tingkat Kematian

Jenis virus corona ini tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan flu musiman.

Sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rasio kematian kasar (jumlah kematian yang dilaporkan dibagi dengan kasus yang dilaporkan) dari virus corona adalah antara 3-4 persen.

3. Penularan

Virus ini ditularkan melalui tetesan air saat batuk, bersin, dan muntah.

Virus ini juga dapat ditransmisikan secara sangat cepat ketika Anda melakukan kontak dekat dengan seseorang dan juga ketika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Hal tersebut terjadi karena virus dapat hidup pada permukaan seperti tembaga, kardus, plastik, dan stainless steel.

Virus Corona
Virus Corona (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

 4. Pengobatan

Pengobatan untuk virus corona saat ini tengah diuji di Cina dan lebih dari 20 vaksin masih dalam tahap pengembangan.

Sampai sekarang, belum ada vaksin berlisensi atau terapi untuk virus corona sesuai anjuran WHO.

5. Pencegahan

Cuci tangan sesering mungkin memakai sabun dan air atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

Pertahankan jarak enam kaki dari siapapun yang batuk atau bersin.

Tutupi hidung dan mulut Anda ketika batuk dan bersin.

Tinggal di rumah dan terapkan pola hidup sehat.

Penyakit Flu

Flu disebut juga influenza, merupakan penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza A atau B.

Ini terjadi dengan timbulnya penyakit yang cepat, demam tinggi, sakit kepala, dan sakit tubuh.

1. Gejala Flu

Flu menyebabkan gejala-gejala seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, sakit pada tubuh atau otot, pilek, dan kelelahan.

Baca: Hadapi Corona, Kak Seto Perkenalkan Resep GEMBIRA ke Orang Tua untuk Anaknya di Rumah 

Baca: Berhasil Sembuh dari Virus Corona, Ini Gejala Covid-19 yang Dirasakan: Tidak Bisa Cium Bau Apa-apa

Virus influenza memiliki masa inkubasi rata-rata 1,4 hari untuk virus influenza A dan 0,6 hari untuk virus influenza B.

2. Tingkat Kematian

Sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tingkat kematian influenza musiman biasanya di bawah 0,1 persen.

3. Penularan

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), orang dengan flu berat dapat menularkannya kepada orang lain hingga sekitar enam kaki jauhnya.

Virus flu dapat menyebar melalui tetesan air ketika seseorang batuk, bersin atau berbicara.

ILUSTRASI sakit
ILUSTRASI sakit (Travel + Leisure)

Penderita flu menular dalam tiga hingga empat hari pertama.

Flu dapat menginfeksi orang lain satu hari sebelum gejala muncul dan lima hingga tujuh hari setelah sakit.

Anak-anak dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah dapat menularkan virus lebih dari tujuh hari.

4. Pengobatan

Obat-obatan antivirus dan vaksin tersedia untuk virus influenza dan WHO merekomendasikan untuk divaksinasi setiap tahun untuk mencegah flu.

5. Pencegahan

Vaksinasi adalah cara yang paling efektif dan terbaik untuk mencegah flu.

Butuh dua minggu agar antibodi dapat berkembang setelah vaksinasi.

(Tribunnews.com/Lanny Latifah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved