Virus Corona

Ridwan Kamil: Indonesia Perlu Tes Minimal 2 Juta Penduduk untuk Melihat Peta Persebaran Covid-19

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Indonesia perlu melakukan minimal tes kepada 2 juta penduduk untuk melihat peta utuh persebaran virus corona.

Dokumentasi Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat teleconference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, membahas soal penanganan virus corona, Jumat (3/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Indonesia perlu melakukan minimal tes kepada 2 juta penduduk untuk melihat peta utuh persebaran virus corona di Indonesia.

"Indonesia minimal 2 juta, Pak. Kira-kira begitu. Dengan 2 juta, harusnya peta ditemukan secara utuh," ujar Kang Emil, begitu ia disapa, dalam teleconference kepada Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin, Jumat (3/4/2020).

Emil menyinggung perihal kemampuan tes Korea Selatan. Dengan populasi penduduk 51 juta orang, Korea Selatan sudah melakukan tes kepada 300 ribu penduduknya.

Emil awalnya membandingkan kemampuan mengetes Indonesia dengan Korea Selatan.

Baca: Apakah Jenazah Korban Corona Masih Bisa Tularkan Virus? Ini Penjelasan Dokter

Baca: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hari Ini, Waspada Sejumlah Wilayah Hujan Lebat Disertai Petir

Korea Selatan, kata Emil, yang memiliki populasi penduduk 51 juta orang, sudah melakukan tes kepada 300 ribu penduduknya.

"Korea Selatan itu 51 juta penduduk, mereka mengetes 300 ribu penduduk. Berarti 0,6 persen. Dengan 0,6 persen, petanya ketahuan," jelasnya.

Sementara Indonesia, dia menegaskan memerlukan minimal tes kepada 2 juta penduduk guna memastikan peta persebarannya.

Namun, Kang Emil menduga rapid test dan Polymearse Chain Reaction (PCR) test yang dilakukan pemerintah baru menyentuh angka 50 ribu.

Oleh karena itu, dia berharap hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah pusat.

"Jadi 50 ribu menuju 2 juta ini masih sangat jauh. Mudah-mudahan itu jadi atensi Bapak dan pemerintah pusat," tandasnya.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved