Virus Corona

Satu Juta Kasus Positif Covid-19 Tekan Pasar Saham Amerika

Saat ini telah ada 1.098.762 kasus Covid 19 di dunia dengan 59.172 mengalami kematian, Amerika Serikat (AS) memimpin 277.467 kasus dengan kematian

680 NEWS
Bursa saham Wall Street tertekan pada ada awal pekan ini yang dipicu oleh rontoknya saham-saham perusahaan teknologi di Indeks Nasdaq yang turun hingga 3 persen 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, bursa Wall Street menutup pekan dengan penurunan setelah pelaku pasar kembali fokus virus corona atau Covid-19.

Saat ini telah ada 1.098.762 kasus Covid 19 di dunia dengan 59.172 mengalami kematian, Amerika Serikat (AS) memimpin 277.467 kasus dengan kematian 7.402.

"Pasar dalam dua pekan kedepan akan memperhatikan pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan mereka bersiap dengan lonjakan kasus virus corona baru dalam dua pekan kedepan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (4/4/2020).

Baca: IHSG Diprediksi Melemah Dulu Awal Pekan, lalu Menguat ke 5.100

Sementara itu, pejabat Gedung Putih memproyeksikan antara 100.000 dan 240.000 kematian di AS dengan perkiraan puncaknya selama dua minggu ke depan.

"Sebagian besar data yang keluar mengkonfirmasi dampak buruk Covid-19 terhadap perekonomian AS dan dunia. Indeks manufaktur turun menjadi 49,1 pada Maret dari 50,1 pada Februari," kata Hans.

Baca: Pengguna Berkurang Drastis, KCI Batasi Jam Operasional KRL Mulai 7 April

Selain itu, klaim awal tunjangan pengangguran naik menjadi 6,65 juta dari sebelumnya 3,3 juta pengangguran AS pada pekan terakhir Maret.

Data ini kembali mencatatkan rekor tertinggi, sedangkan data lapangan kerja AS turun 701.000 pada Maret dan ini merupakan laporan pekerjaan terburuk sejak 2009.

Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,4 persen, lalu lockdown di sebagian wilayah melawan Covid-19 membuat ekonomi AS menjadi berat dan ini akan di konfirmasi oleh data-data yang keluar.

"Ditambah dengan lonjakan kasus Covid 19 membuat kami perkirakan indeks-indeks di Wall Street akan cenderung tertekan pekan depan," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved